News  

Bimtek Kewirausahaan dan Akses Permodalan, Prof. Rokhmin Dahuri: Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Harus Benar-benar Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan

Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri hadir langsung membuka kegiatan sekaligus memberikan materi utama pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan dan Akses Permodalan, bertempat di Kantor Balai Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Cirebon, Kamis (23/7/2026). (Foto: Dok Dulur Rokhmin)

Milenianews.com, Cirebon– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dengan  Komisi IV DPR RI menggelar acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan dan Akses Permodalan, bertempat di Kantor Balai Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Cirebon, Kamis (23/7/2026).

Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri hadir langsung membuka kegiatan sekaligus memberikan materi utama. Turut hadir jajaran KKP, yakni Direktur Pemberdayaan Usaha, Ditjen PDSPKP KKP RI  Ali Rahmat Iman Santoso, S.ST.PI., M.Si., Kuwu Desa Kedongdong Adi Juniadi, serta Tenaga Ahli DPR RI Edi Syamsuri. Kegiatan itu diikuti puluhan warga Cirebon.

Dalam kata sambutan pengantar,  Kuwu Desa Kedongdong Adi Juniadi, menyampaikan kebanggaan memiliki Prof. Rokhmin sebagai putra Cirebon. Ia juga menyampaikan  kebutuhan solusi irigasi; kelompok tani telah memperoleh alsintan, tetapi masih terdapat jalan rusak. Potensi perikanan dan peternakan belum berkembang optimal; terdapat peluang pengembangan kolam ikan dan usaha ternak kambing,” ujarnya.

Direktur Pemberdayaan Usaha, Ditjen PDSPKP KKP RI, Ali Rahmat Iman Santoso, S.ST.PI., M.Si., menyampaikan terima kasih atas kehadiran Prof. Rokhmin dalam kegiatan Kewirausahaan dan Akses Permodalan tersebut.  “KKP sedang mengembangkan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan modernisasi kapal perikanan. Bimtek diharapkan berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam pemaparannya, Prof. Rokhmin Dahuri menyampaikan terima kasih kepada Direktur Direktur Pemberdayaan Usaha, Ditjen PDSPKP KKP RI  dan seluruh peserta. Ia  menjelaskan adanya beberapa level/kategori bantuan yang harus diikuti sesuai prosedur.

“Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 KNMP, namun komponen awal jangan hanya berfokus pada fasilitas darat: Program KNMP  harus benar-benar meningkatkan kesejahteraan nelayan. Karena itu, pejabat dan pelaksana program harus bekerja dengan baik dan berintegritas,”  kata Prof. Rokhmin.

Baca Juga : Perkuat Pelayanan Umat, Prof. Rokhmin Dahuri Resmikan Fasilitas Toilet dan Tempat Wudhu KBNU Gebang, Cirebon

Prof. Rokhmin juga menegaskan  prinsip memberikan kail, bukan ikan. “Dukungan diarahkan agar masyarakat dan jaringan pendukung berkembang menjadi wirausaha,” ujar Prof. Rokhmin.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rokhmin menerima aspirasi dari warga, yakni: Solusi dan peningkatan jaringan irigasi;  perbaikan jalan yang rusak; pengembangan kolam perikanan dan usaha budidaya; pengembangan usaha peternakan, khususnya kambing; dan pelaksanaan KNMP yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik darat.

Menanggapi aspirasi/permasalahan tersebut, Prof. Rokhmin mengatakan, “Program bantuan harus mendukung kemandirian dan kewirausahaan masyarakat.  Isu KNMP akan terus dikawal agar tujuan peningkatan kesejahteraan nelayan menjadi prioritas.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *