Milenianews.com, Jakarta – Di dunia esports, orang sering berkata final adalah panggung penuh ketegangan. Nyatanya, Grand Final BOG Season 2 justru lebih mirip sesi demonstrasi kekuatan. Saat penonton berharap duel sengit lima gim, Bigetron by Vitality Ladies datang kalau bisa menang cepat, kenapa harus bikin penonton deg-degan?
Baca juga: Dewa United dan Evos Tersingkir dari Playoff MPL ID S17, Geek Fam dan Bigetron Melaju
Falcon Vega menjadi korban berikutnya. Tim yang berhasil menembus partai puncak itu tak diberi banyak ruang bernapas. Skor telak 4-0 menutup Grand Final sekaligus mengembalikan trofi Mobile Legends Indonesia ke pelukan Bigetron by Vitality.
Dominasi Sejak Regular Season
Dominasi tersebut bukanlah kejutan bagi mereka yang mengikuti turnamen sejak awal. Bigetron Ladies tampil nyaris tanpa cela sepanjang kompetisi. Mereka menyapu Regular Season dengan rekor kemenangan sempurna alias 100 persen win rate, sebuah statistik yang membuat lawan lebih sibuk mencari celah daripada benar-benar menemukannya.
Perjalanan menuju gelar memang sempat mengalami sedikit gangguan ketika menghadapi Onic Pertiwi di Upper Bracket. Bigetron sempat kehilangan satu poin. Namun, jika ada yang mengira itu menjadi awal keruntuhan, kenyataannya justru sebaliknya. Kekalahan kecil itu hanya seperti alarm pengingat agar mereka bermain lebih tajam di laga-laga berikutnya.
Falcon Vega Tak Berkutik di Grand Final
Memasuki Grand Final, permainan Bigetron tampil disiplin sejak gim pertama. Rotasi yang rapi, penguasaan objektif, hingga eksekusi team fight membuat Falcon Vega berkali-kali kehilangan momentum. Alih-alih menciptakan kebangkitan, Falcon justru dipaksa terus mengejar permainan yang sudah dikendalikan lawannya.
Empat gim berjalan dengan pola yang hampir serupa. Bigetron tampil tenang, efisien, dan minim kesalahan. Skor 4-0 menjadi penutup yang menegaskan betapa lebarnya jarak performa kedua tim pada laga puncak tersebut.
Cinny Jadi Final MVP
Di balik kemenangan tersebut, nama Cinny menjadi sorotan utama. Penampilannya yang konsisten sepanjang Grand Final membuatnya dinobatkan sebagai Final MVP BOG Season 2. Ia bukan sekadar tampil mencolok secara statistik, tetapi juga menjadi motor permainan yang menjaga ritme tim tetap stabil di setiap gim.
Gelar individu itu melengkapi pencapaian Bigetron by Vitality yang kembali membuktikan diri sebagai salah satu tim Mobile Legends putri paling dominan di Indonesia.
Baca juga: ONIC Esports Kembali Berkuasa: Landak Kuning Raih Juara di MPL Indonesia Season 16
Namun, pesta kemenangan belum berlangsung lama. Setelah mengangkat trofi nasional, tantangan yang lebih berat sudah menunggu di depan mata.
Bigetron by Vitality akan kembali membawa nama Indonesia di MLBB Women’s Invitational (MWI) 2026, turnamen bergengsi yang menjadi bagian dari Esports World Cup 2026. Status sebagai juara bertahan membuat tekanan semakin besar. Di level dunia, setiap lawan datang bukan hanya untuk menang, tetapi juga ingin menjadi tim yang berhasil menjatuhkan sang juara.
Di titik inilah gelar BOG Season 2 berubah fungsi. Trofi tersebut bukan garis finis, melainkan tiket menuju ujian yang jauh lebih berat.
Kini, para Troopers berharap dominasi Bigetron tidak berhenti di panggung nasional. Sebab mempertahankan mahkota dunia jelas jauh lebih sulit daripada merebutnya untuk pertama kali. Jika performa mereka tetap setajam di Grand Final kemarin, bukan tidak mungkin lawan-lawan internasional kembali dibuat frustrasi oleh permainan disiplin yang sudah menjadi ciri khas Bigetron by Vitality.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.














