Milenianews.com, Jakarta – Bayangkan saja, saat banyak klub masih sibuk mencari sponsor dan investor, suporter Brigata Curva Sud justru patungan memberi bonus kepada pemain. Bukan recehan simbolis, Totalnya tembus Rp140 juta. Sepak bola Indonesia memang sering absurd. Tapi kali ini absurdnya terasa hangat.
“Kado yang indah untuk menyambut #50thPSS dengan kembalinya kita ke Super League musim depan layak diapresiasi. #BonusBosku menjadi bentuk cinta sederhana kita untuk para pemain yang telah berjuang di lapangan sejauh ini. Sinergitas yang menyenangkan.”
“Dana apresiasi telah disalurkan. BCS lewat @cs_shop1976 juga memberikan buah tangan berupa atribut kepada pemain. Kenangan manis untuk mereka musim ini. Terimakasih untuk seluruh pihak yang telah terlibat!” tulis caption Postingan akun Instagram @bcsxpss.1976.
Baca juga: Suporter PSS Sleman Meninggal Dunia Dikeroyok, Saat Laga PSS vs Persebaya
Bonus dari Tribun, Bukan dari Ruang Direksi
Kembalinya PSS Sleman ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan langsung disambut dengan cara yang tidak biasa.
Kelompok suporter Brigata Curva Sud atau BCS memberikan bonus apresiasi kepada pemain dan official sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka membawa Super Elang Jawa promosi kembali ke Liga 1.
Lewat akun resmi mereka di X, BCS mengumumkan bahwa donasi kolektif suporter berhasil terkumpul sebesar Rp101.324.874.
Jumlah itu lalu digenapkan menjadi Rp140 juta oleh tim CSS melalui tambahan merchandise pilihan pemain dan official.
Sepak Bola yang Hidup dari Loyalitas
BCS menyebut bonus bertajuk #BonusBosku itu sebagai bentuk apresiasi sederhana. Meski kalau melihat nominalnya, kata “sederhana” di sini mungkin cukup membuat beberapa pemain yang gajinya telat jadi ikut terharu.
Yang menarik, merchandise yang diberikan kepada pemain bukan barang sisa gudang atau deadstock yang dilempar asal-asalan.
Semua dipilih langsung oleh pemain dan official sesuai kebutuhan masing-masing. Di situlah kultur suporter Sleman terasa berbeda.
Mereka tidak sekadar datang ke stadion, menyalakan chant, lalu pulang sambil marah di media sosial. Ada sistem solidaritas ekonomi yang benar-benar dijalankan.
BCS menyebut gerakan itu sebagai bagian dari #MandiriMenghidupi sebuah konsep yang mungkin terdengar sederhana, tetapi dalam sepak bola Indonesia justru terasa revolusioner.
Sepak Bola dan Romantisme yang Belum Mati
Respons publik terhadap aksi BCS pun mayoritas positif. Banyak yang menilai hubungan harmonis antara suporter dan pemain menjadi modal penting bagi PSS Sleman menghadapi Liga 1 musim depan.
Dan memang, sepak bola tanpa hubungan emosional seperti itu cuma akan menjadi industri hiburan biasa. Yang membedakan sepak bola dari sekadar bisnis adalah rasa memiliki. BCS tampaknya memahami itu.
Baca juga: PSS Sleman Kembali ke Liga 1 Usai Jadi Juara Grup Championship
Bagi mereka, bonus ini bukan sekadar uang apresiasi. Ini adalah cara memastikan bahwa musim penuh perjuangan tersebut akan tetap dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah klub.
Karena pada akhirnya, sepak bola tidak selalu soal trofi. Kadang ia hanya soal orang-orang yang tetap bertahan mencintai klubnya bahkan ketika klub itu berkali-kali menguji kesabaran mereka.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.










