Milenianews.com, Bogor—Siswa Bosowa School baru saja merampungkan kegiatan Homestay di Yogyakarta. Homestay diperuntukkan untuk siswa/i kelas XI SMA Bosowa School. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 27 April s.d. 6 Mei 2026, bertempat di Desa Wisata Pentingsari. Selain kegiatan Live in Bersama Masyarakat Desa Pentingsari, juga dilakukan kegiatan campus visit ke Universitas Gadjah Mada dan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, serta wisata Jogja.
Kegiatan Homestay itu diikuti peserta sebanyak 120 orang. Terdiri dari: 88 orang dari SMA Bosowa Bina Insani (BBI) Bogor, 17 orang dari SMA Bosowa Al-Azhar Cilegon (BAC) Cilegon, dan 15 orang dari SMA Bosowa School Makassar (BSM) Makassar, dengan total pendamping sebanyak 10 orang.
Head of Project & Development Bosowa School, Dedi Supriyadi S.Ag, M.Pd, Rabu (6/5/2026) mengatakan, Homestay adalah kegiatan yang di dalamnya bermuatan wisata pengalaman berupa pembelajaran dan interaksi tentang alam, lingkungan hidup, pertanian, perkebunan, wirausaha, kehidupan sosial, budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang dijalani siswa/i dalam kurun waktu tertentu dan bertempat tinggal di pemukiman penduduk.

Dedi menambahkan, kegiatan Homestay bertujuan:
1). Meningkatkan wawasan pengetahuan sains dan sosial siswa.
2) Meningkatkan keterampilan sains dan sosial siswa, dan
3) Menumbuhkembangkan dan menguatkan karakter positif siswa.
4) Membangun kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab siswa.
5) Selain itu juga memberikan pengalaman dalam meningkatkan kompetensi di berbagai hal. Jamur tiram dari penanaman sampai produksi, pengolahan rempah sampai penyajiannya, pengolahan fillet lele menjadi amplang, pengolahan jamu tradisional, pengolahan kopi, pengolahan tempe, memerah susu sapi dan pengolahannya, demplot pertanian dari berbagai tanaman, serta pengolahan lahan sawah sampai penanaman.
Tak ketinggalan yang cukup menarik, diajarkan ke siswa memainkan gamelan, membatik, kerajinan janur, membuat wayang dari rumput, danbergotong royong bebersih desa.
“Semua itu memberikan pengalaman hidup baru, budaya baru, yang cukup menarik bagi siswa,” kata Muhidayat, Guru Pendamping Homestay Bosowa School, Rabu 6/5/2026).
Baca Juga : Siswa SMP Bosowa Bina Insani Bogor dan SMP Bosowa Al-Azhar Cilegon Sukses Laksanakan English Camp di Bandung
Dedi Supriyadi menambahkan, adapun rangkaian kegiatan Homestay sebagai berikut :
- Mereka tinggal bersama penduduk di masing-masing rumah yang ditentukan dan melakukan aktifitas harian sebagaimana anggota keluarga.
- Melakukan aktivitas berkunjung dan belajar dengan para instruktur UMKM yang ada, seperti: kopi, wedang, jamur, lele/ikan, batik, tempe, sapi perah, dan pengolahan jamu.
- Beraktivitas dan belajar seni budaya gamelan.
- Beraktivitas ibadah shalat berjamaah di masjid dan tilawah bersama masyarakat.
- Melakukan aktivitas olahraga jalan kaki dan senam.
“Alhamdulillah secara keseluruhan rangkaian kegiatan Homestay berjalan dengan baik dan lancar. Para peserta sangat antusias mengikuti program ini . Banyak sekali manfaat yg dirasakan oleh para peserta dan berdampak positif pada pembentukan karakter mereka,” kata Dedi Supriyadi, Rabu (6/5/2026).

Testimoni
Berikut ini testimoni dari Lies Rachmawati M.Pd, Head of Division Monitoring & Evaluasi (Monev) Bosowa Shool yang melaksanakan monitoring kegiatan Homestay Bosowa School di Yogyakarta:
Selama monev dan membersamai anak-anak khususnya program Homestay saya menyaksikan langsung proses pembelajaran karakter yang luar biasa.
- Nilai Gotong Royong dan Tepo Sliro: Anak-anak belajar beradaptasi dan hidup bersama keluarga baru. Teman-teman baru dari Bosowa School dan warga masyarakat. Mereka ikut serta dalam aktivitas rumah tangga, mulai dari bersih-bersih, sikap tepo seliro, saling menghormati dan menjaga perasaan, sangat terlihat dalam interaksi sehari-hari.
- Pengenalan budaya, tradisi, bahasa, kearifan lokal masyarakat: Anak anak tidak cuma jadi penonton, tapi terlibat langsung, ikut hajatan (kenduri), ikut praktik membuat wayang, belajar gamelan, membuat kembar mayang, batik malamnya ngobrol dengan induk semang tentang merawat sawah dan lain-lain yang juga dipraktikkan langsung.
- Wawasan pengembangan UMKM: Anak-anak mengenal dan langsung praktik proses UMKM unggulan desa. Hal ini membuka wawasan mereka tentang potensi dan kemandirian ekonomi masyarakat desa. (Mereka praktik budidaya jamur dan keripik, kerupuk amplang ikan, susu sapi, wedhang,
4. Belajar kemandirian, kedisiplinan. Walaupun jarak dari rumah ke masjid cukup jauh, anak anak bisa tertib datang shalat 5 waktu di masjid secara berjamaah.
Suasana desa yang adem, sejuk dan tentrem memberikan dampak positif. Wajah terlihat sumringah, hati tentrem membuat happy, antusias, walaupun jadwal padat dan mendapatkan pengalaman baru.
Kesimpulan: Di tengah zaman yang serba cepat, nilai-nilai luhur yang ada di desa ini adalah “kurikulum” kehidupan yang tidak ditemukan di buku pelajaran. Program homestay ini sangat efektif sebagai media pendidikan karakter dan direkomendasikan untuk terus dilanjutkan.
Berikut ini testimoni dari Cucu Herawati M.Pd, PIC (Penanggung Jawab) Kurikulum Bosowa School yang memonitoring kegiatan Homestay Bosowa School di Yogyakarta:
Menjelajahi, mengamati, dan turut serta secara langsung pada kegiatan Homestay di Desa Wisata Pentingsari sangatlah mengesankan. Tentu banyak pengalaman positif yang didapatkan oleh siswa-siswi Bosowa School kali ini. Interaksi langsung dengan penduduk yang ramah, induk semang yang penyayang, serta alam pedesaan yang menyuguhkan keindahan dan kesejukan. Kabut pagi dan semilir angin menerpa dedaunan, kicauan burung dan gemericik air yang menambah kekaguman terhadap Sang Maha Pencipta. Suara gamelan yang mempesona.
Sholat berjama’ah di Mesjid Al Huda menempa para siswa-siswi untuk tetap taat beribadah.
Setiap hari disajikan makanan khas desa yang memanjakan lidah membuat kami etah di sana.
Semua itu mengajarkan kami tentang karakter-karakter positif dan keragaman budaya bangsa.
Waktu seminggu terasa sangat singkat untuk belajar tentang Kurikulum Nyata yang ada di kehidupan masyarakat Indonesia.
Semoga kami bisa kembali belajar di sana.
Terima kasih kepada para pembimbing dan bapak ibu semua atas segala kebaikannya. Teruslah menebar manfaat bagi sesama. Semoga menjadi berkah.
Berikut ini testimoni dari Zalfa Anazri, siswa SMA Bosowa Bina Insani, salah seorang peserta Homestay Bosowa School:
Selama kegiatan homestay di Desa Pentingsari, sejak pertama menginjakkan kaki aku sudah merasa kagum dengan suasana pedesaan yang begitu asri dan hangat. Perjalanan menuju homestay bersama induk semang juga memberikan kesan nyaman dan membuat kami langsung merasa diterima.
Selama di desa, setiap hari diisi dengan berbagai kegiatan seru dan beragam, mulai dari mengunjungi UMKM, berkegiatan di sawah, bermain di sungai, hingga mengikuti lava tour. Setiap aktivitas punya keunikan dan keseruannya masing-masing, sehingga membuat pengalaman ini terasa sangat berharga.
Tidak terasa, hari-hari yang kami lalui di Desa Pentingsari berjalan begitu cepat. Setelah berpamitan dengan induk semang dan warga desa, kami melanjutkan perjalanan ke kota. Suasana malam di Jogja terasa sangat menenangkan, terutama saat menikmati pemandangan Malioboro dan Tugu Jogja.
Pada hari berikutnya, kami mengunjungi UGM dan UNY, di mana kami disambut oleh kakak-kakak pemandu yang ramah dan seru. Kami jadi lebih mengenal fasilitas kampus, kegiatan mahasiswa, serta lingkungan sekitar universitas.
Keesokan harinya, kami mengunjungi Monggo Coklat. Di sana, kami melihat museum cokelat, proses pembuatannya, hingga berbagai produk unik yang ditawarkan, termasuk cokelat dengan rasa yang tidak biasa seperti rendang.
Perjalanan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Sepuluh hari terasa berlalu begitu cepat, tetapi meninggalkan banyak kenangan indah yang tidak akan terlupakan.













