News  

Sumur Bor Ke-257 BMH  di Pamekasan: Air Mengalir, Harapan Santri Kembali Hidup

Laznas BMH meresmikan sumur bor ke-257 di Jawa Timur, berlokasi di Pondok Pesantren Baitul Qur’an Madura,  Dusun Barat Gunung, Desa Sana Daya, Kecamatan Paseban, Kabupaten Pamekasan, pada 17 Maret 2026. (Foto: Dok BMH)

Milenianews.com, Pamekasan– Ketika air akhirnya mengalir di Pondok Pesantren Baitul Qur’an Madura, yang hadir bukan sekadar kemudahan, tetapi rasa lega yang selama ini tertahan. Di tempat yang sebelumnya harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar, kini kehidupan berjalan lebih tenang dan teratur.

Perubahan itu hadir setelah Laznas BMH meresmikan sumur bor ke-257 di Jawa Timur, berlokasi di Dusun Barat Gunung, Desa Sana Daya, Kecamatan Paseban, Kabupaten Pamekasan, pada 17 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses air bersih bagi lingkungan pesantren yang selama ini mengalami keterbatasan.

Bagi para santri dan pengasuh, keterbatasan air bukan hal baru. Kebutuhan sehari-hari sering kali tidak terpenuhi dengan baik, sehingga aktivitas ibadah dan kehidupan di pesantren berjalan dalam kondisi yang tidak ideal.

Pengasuh pesantren, Kyai Nawardi, menggambarkan kondisi tersebut sebelum adanya sumur bor. “Sebelum ada sumur bor ini, kebutuhan air di pesantren sering tidak mencukupi untuk para santri. Alhamdulillah sekarang kebutuhan air dapat terpenuhi dengan lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga : “Sekarang Air Mudah,” Kebahagiaan Santri Sambut Sumur Bor BMH Ke-255 di Ponorogo

Kehadiran sumur bor ini langsung mengubah situasi. Air bersih kini tersedia untuk berbagai kebutuhan, mulai dari wudhu, mandi, hingga memasak. Aktivitas harian santri pun berjalan lebih lancar dan nyaman.

Komitmen Bantu Kebutuhan Dasar Masyarakat

Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Sumur bor ini merupakan titik ke-257 yang telah direalisasikan BMH di Jawa Timur. Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat jangka panjang,” ungkapnya.

Program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan pesantren. Keberadaan sumur bor juga membuka akses bagi masyarakat sekitar untuk mendapatkan air bersih, sehingga manfaatnya meluas dan dirasakan bersama.

Dalam perspektif sosial, akses terhadap air bersih adalah fondasi kehidupan. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, kualitas hidup meningkat, aktivitas ibadah menjadi lebih khusyuk, dan proses pendidikan berjalan lebih optimal.

Baca Juga : Sumur Bor Ke-256 BMH di Madiun Hadirkan Air Bersih, Santri Rasakan Harapan Baru

Zakat, infak, dan sedekah yang dihadirkan melalui program ini membuktikan bahwa kepedulian umat dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret. Ia menjawab persoalan mendasar yang selama ini dihadapi masyarakat.

Di Pamekasan, sumur itu kini tidak hanya menjadi sumber air. Ia menjadi titik balik—dari keterbatasan menuju kelayakan, dari kesulitan menuju kemudahan, dan dari harapan yang lama ditunggu menjadi kenyataan yang terus mengalir setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *