Cyber University Bekali Mahasiswa Penerima Beasiswa Agar Siap Hadapi Dunia Kerja

new generation unlock

Milenianews.com, Jakarta – Cyber University menggelar New Generation Summit 2026 bagi mahasiswa penerima beasiswa yang berlangsung di Aula Kampus Cyber University, Jl. TB Simatupang No.6, RT.7/RW.5, Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Jumat (13/3). Kegiatan bertema “Beyond Scholarship: Unlock Your Limitless Potential” ini menjadi ajang pembekalan untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

Rektor Cyber University, Gunawan Witjaksono, membuka kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya pengembangan kapasitas mahasiswa. Ia menyebut beasiswa tidak hanya soal bantuan finansial, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan penerima.

“Beasiswa bukan hanya bentuk dukungan finansial, tetapi juga investasi masa depan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, serta membangun mindset yang siap menghadapi tantangan industri,” ujar Gunawan saat sambutan.

Baca juga: Zaki Vernando Akan Berbagi Strategi Membangun Bisnis di Cyber University

Ia menjelaskan, Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia terus menghadirkan program yang selaras dengan kebutuhan industri. Salah satunya melalui Company Learning Program (CLP) 3+1 yang menggabungkan perkuliahan dan pengalaman magang. Mahasiswa 3 tahun kuliah dan 1 tahunnya magang.

“Mahasiswa menjalani tiga tahun perkuliahan di kampus dan satu tahun magang di industri. Program ini memberi pengalaman kerja sekaligus pemahaman kebutuhan dunia profesional sejak dini,” katanya.

Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan sesi pengembangan hard skills dan soft skills. Mahasiswa mendapatkan pembekalan terkait adaptasi teknologi serta kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Cyber University dan Pondok Pesantren Al Murozza. Kerja sama ini bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi serta mendukung pengembangan potensi generasi muda di bidang teknologi.

Menghadapi Realita Pendidikan dan Dunia Kerja

Sementara itu, Pengurus Yayasan Siber Pratama Indonesia, Naba Aji Notoseputro, mengingatkan bahwa pendidikan tinggi masih menjadi privilege di Indonesia. “Secara sederhana, hanya 3 dari 10 orang di Indonesia yang memiliki kesempatan untuk kuliah,” ujarnya.

Ia menambahkan, lulusan perguruan tinggi menghadapi tantangan besar saat memasuki dunia kerja. “Banyak lulusan mengirimkan puluhan lamaran kerja tanpa hasil. Ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan industri,” kata Naba.

Baca juga: Di Cyber University Ada Cara yang Fix, Untuk Terus Jalin Silaturahmi Diantara Seluruh Civitas

Menurutnya, akar masalah tersebut terletak pada skill gap antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. Ia menegaskan bahwa IPK tinggi bukan lagi jaminan, melainkan perlu didukung kemampuan berpikir kritis dan keterampilan adaptif.

“Critical thinking menjadi fondasi utama. Selain itu, analytical thinking, resilience, hingga literasi AI menjadi kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan di era kecerdasan buatan yang semakin kompleks. “Ketika realita bisa dimanipulasi, pertanyaannya adalah keahlian apa yang bisa menjaga karier kita tetap relevan,” kata Naba.

Melalui kegiatan ini, Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia, berharap mahasiswa penerima beasiswa mampu memanfaatkan peluang yang ada. Ke depan, penguatan kompetensi dinilai menjadi kunci agar lulusan dapat menjembatani kesenjangan keterampilan dan tetap relevan di dunia kerja.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *