Tantangan Resiliensi Mental Generasi Z di Tengah Dinamika Dunia Kerja

Ekosistem Kampus cyber university siap kerja
Dok. Cyber University

Milenianews.com, Jakarta – Sejumlah perusahaan swasta di kawasan Jabodetabek melaporkan fenomena rendahnya ketahanan mental pada sebagian lulusan baru dari Generasi Z. Meski memiliki capaian akademik yang tinggi, para pekerja muda ini dinilai belum siap sepenuhnya menghadapi tekanan dunia kerja yang dinamis.

Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, kini mulai mendominasi pasar kerja sebagai lulusan perguruan tinggi. Mereka dikenal sangat fasih dalam teknologi digital dan mampu beradaptasi cepat dengan arus informasi.

Baca juga: Berapa Gaji Kerja di Pasar Modal? Panduan Lengkap Karier dan Pekerjaan Gaji Tinggi di Industri Keuangan 2026

Namun, laporan dari berbagai industri menunjukkan adanya celah dalam aspek resiliensi atau ketangguhan mental. Banyak pekerja muda yang cenderung mudah merasa tertekan saat menghadapi target pekerjaan, kritik dari atasan, hingga situasi kerja yang kompetitif.

Dosen sekaligus Ketua Career Center Universitas Siber Indonesia atau Cyber University, Dr. Anang Martoyo, MM, menilai fenomena ini harus menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menjamin keberhasilan karier jangka panjang.

“Pendidikan tinggi tidak boleh hanya mencetak lulusan yang pintar di atas kertas. Kita butuh generasi yang memiliki daya tahan terhadap kegagalan dan dinamika kerja yang keras,” ujar Dr. Anang, dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (21/4).

Menurut Dr. Anang, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh mental tangguh generasi mudanya. Oleh karena itu, penguatan karakter dan kedewasaan emosional harus dimulai sejak di bangku kuliah agar mahasiswa memiliki kesiapan mental yang matang.

Menanggapi tantangan ini, Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia memperkuat kurikulum yang berfokus pada pembentukan karakter. Kampus ini berupaya mengintegrasikan keunggulan teknologi dengan pengembangan resiliensi bagi para mahasiswanya.

“Peran lingkungan keluarga dan masyarakat juga tidak kalah penting dalam membangun kemandirian. Sinergi antara lembaga pendidikan dan pola asuh yang mendukung mentalitas juara menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.

Baca juga: WFH dan Ketimpangan yang Diabaikan, Ketika Nakes dan Guru Tetap Bekerja Tanpa “Privilege”

Selain itu, Dr. Anang menyebut, Cyber University mencetak lulusan yang tangguh dan siap masuk industr. Pasalnya, di kampus yang berlokasi di jl. TB. Simatupang, no.6, Jagakarsa, Jakarta Selatan ini, mempunyai program Company Learning Program (CLP) 3+1.

“Mahasiswa Cyber University kuliah 3 tahun dan 1 tahun magang di industri mitra. Hal ini memperkuat mental dan pengalaman kerja mahasiswa sebelum lulus. Jadi tidak akan jadi generasi yang lembek di industri,” tutup Dr. Anang.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *