Milenianews.com, Jakarta – Sampoerna University menggelar TEDxSampoerna University 2026 bertema “AfterAll: What Remains Beneath” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (7/3). Acara yang memasuki penyelenggaraan keenam ini menghadirkan delapan pembicara untuk membahas pentingnya jati diri dan resiliensi generasi muda di tengah perubahan zaman.
Kegiatan ini mengangkat tiga subtema utama, yaitu “Beneath Idea”, “Beneath Action”, dan “Beneath Expression”. Masing-masing tema dikembangkan melalui pengalaman dan perspektif para pembicara dari berbagai bidang profesional. Tujuannya adalah memberi ruang refleksi sekaligus inspirasi bagi generasi Z dalam menghadapi disrupsi teknologi dan sosial.
Baca juga: TEDxLSPR 2025 Hadirkan Dialog Inspiratif Lintas Industri di Jakarta
Salah satu pembicara, Edward Tirtanata, CEO dan Founder Kopi Kenangan, membawakan topik “Behind the Pitch: The Power of Resilience in Innovation”. Ia membagikan perjalanan membangun bisnis kopi yang kini telah berjalan selama sembilan tahun meski menghadapi berbagai tantangan.
“Kami mempunyai misi besar menjadi jaringan kedai kopi nomor satu di Indonesia hingga kancah internasional. Akan tetapi, ada banyak rintangan seperti pandemi Covid-19, tekanan inflasi, hingga ekspansi yang terlalu melebar sebelum pondasinya benar-benar kuat,” ujar Edward.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan kemudian melakukan penataan ulang strategi brand dan memperkuat identitas usaha. Menurut Edward, langkah tersebut menjadi titik balik bagi timnya untuk kembali fokus dan membangun fondasi bisnis yang lebih kuat.
Selain Edward, sutradara film Naya Anindita juga hadir sebagai pembicara. Ia dikenal melalui karya seperti Imperfect the Series dan film Komang.
Dalam sesi bertajuk “Why Real Beats Perfect”, Naya menceritakan proses kreatifnya yang penuh kegagalan sebelum menemukan kejujuran dalam berkarya. Ia menekankan bahwa kegagalan merupakan bagian penting dari perjalanan seorang kreator.
“Kegagalan itu manusiawi dan merupakan bagian dari proses yang tidak bisa kita hindari. Daripada berusaha untuk tidak gagal, lebih baik belajar untuk menerimanya,” kata Naya.
Tema besar acara ini lahir dari kenyataan bahwa perubahan global kini berlangsung sangat cepat. Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, turut mengubah cara manusia bekerja dan berinteraksi.
Sementara itu, menurut laporan Ipsos AI Monitor 2024 menunjukkan 44 persen responden di Indonesia percaya bahwa AI akan mengubah cara manusia bekerja dalam lima tahun ke depan. Situasi ini membuat banyak generasi Z mempertanyakan arah karier dan makna hidup di tengah perubahan yang dinamis.
Melalui diskusi dan gagasan yang disampaikan para pembicara, TEDxSampoerna University 2026 mengajak generasi muda untuk kembali pada nilai-nilai dasar seperti kreativitas, kemanusiaan, dan ketahanan diri. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi “jangkar” penting dalam menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.
Baca juga: TEDxLSPR 2025: Merangkai Ide dan Koneksi Lintas Industri di Panggung Inspiratif LSPR Jakarta
Vice Rector of Student Success Sampoerna University, Erik Krauss menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan komitmen kampus dalam mendukung perkembangan mahasiswa, tidak hanya secara akademik tetapi juga secara personal.
“Acara ini mencerminkan komitmen kami terhadap kesuksesan mahasiswa sebagai individu yang tangguh dan memiliki arah tujuan yang jelas,” ujar Erik.
Ia berharap TEDxSampoerna University dapat terus menjadi ruang inspiratif yang mendorong lahirnya ide dan karya baru dari generasi muda Indonesia.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.










