Milenianews.com, Bogor– Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB University kembali melaksanakan Pengambilan Sumpah Program Profesi Insinyur (PPI) Angkatan ke-8. Sebanyak 24 lulusan resmi diambil sumpahnya dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh makna, pekan lalu.
Acara dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Prof Agus Taufik Mulyono, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB Prof Yusli Wardiatno, Wakil Dekan SPs bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Dr Perdinan, serta Ketua Program Studi PPI Prof Muhammad Romli.
Para lulusan berasal dari berbagai bidang keinsinyuran, yaitu Pertanian dan Hasil Pertanian (7 orang), Peternakan (2 orang), Kehutanan (1 orang), Industri Pertanian (3 orang), Perikanan dan Kelautan (1 orang), serta Sipil dan Lingkungan (10 orang). Dengan penambahan ini, total insinyur yang telah diambil sumpahnya sejak angkatan pertama mencapai 780 orang.
Salah satu lulusan Angkatan ke-8 berasal dari Timor Leste, yakni Rektor East Timor Coffee Institute (ETCI), Eng Lucio Marcal Gomes, MEngAgron. Kehadirannya menjadi simbol nyata semakin kuatnya jejaring internasional Program Profesi Insinyur IPB.
Baca Juga : Mahasiswa IPB University Gagas Ferternak, Jawab Kendala Peternak di Desa Sentra Buah Manggis di Bogor
Dalam sambutannya, Dekan SPs IPB menegaskan bahwa pengambilan sumpah insinyur merupakan momentum strategis dalam memperkuat fondasi transformasi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Indonesia membutuhkan insinyur yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu merancang sistem, mendorong inovasi, serta menghadirkan solusi berkelanjutan bagi tantangan pangan, energi, lingkungan, dan infrastruktur,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, IPB University menetapkan tahun 2026 sebagai tahun “Global Engagement”, yaitu penguatan kolaborasi internasional, peningkatan visibilitas global, serta perluasan jejaring akademik dan profesional di tingkat regional maupun dunia. Pelantikan insinyur yang melibatkan peserta dari Timor Leste menjadi bagian dari implementasi nyata agenda strategis tersebut.
IPB University memposisikan diri sebagai pusat unggulan (center of excellence) keinsinyuran berbasis hayati dan keberlanjutan di kawasan ASEAN, dengan kekuatan pada sektor pertanian tropika, pangan, kelautan, kehutanan, bioindustri, dan rekayasa lingkungan.
Melalui Program Profesi Insinyur, IPB University berkomitmen menghasilkan insinyur profesional yang berdaya saing global, berintegritas, serta mampu berkontribusi tidak hanya pada pembangunan nasional, tetapi juga pada penguatan kapasitas kawasan.
Prosesi pengambilan sumpah ini menjadi penegasan komitmen para insinyur baru untuk mengabdi kepada bangsa dan masyarakat, sekaligus memperluas kontribusi Indonesia dalam ekosistem keinsinyuran regional dan global.









