Milenianews.com, Jakarta – SORE sukses membuat Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Senin malam (22/12), terasa hangat sekaligus emosional. Perayaan 20 tahun album debut mereka, Centralismo, bukan sekadar konser nostalgia, tapi juga ruang temu antara karya, kenangan, dan perjalanan panjang sebuah band yang tetap relevan lintas generasi.
Baca juga: Film “Sore: Istri dari Masa Depan” Resmi Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2026
Malam itu dibuka oleh Los Garelloz dan Tigapagi yang tampil sebagai pembuka. Suasana kian mengental ketika SORE akhirnya naik ke panggung tepat pukul 21.28 WIB. Tanpa banyak basa-basi, mereka langsung mengajak penonton larut lewat lagu “Bebas” dan “Somos Libres” yang membuat satu ruangan bernyanyi bersama.
“Betapa bahagianya kami bisa berada di panggung ini, di hadapan kalian semua, untuk merayakan sebuah album yang sangat berarti bagi kami, Centralismo,” ucap Awan Garnida saat menyapa penonton yang memenuhi Teater Besar TIM (22/12).
Lagu-lagu Centralismo mengalir tanpa kehilangan rasa
Sepanjang konser, SORE setia membawakan lagu-lagu dari album Centralismo seperti “Cermin”, “Keangkuhanku”, “Etalase”, “Pergi Tanpa Pesan”, hingga “No Fruits Today”. Aransemen yang matang dan permainan musik yang rapi menghadirkan nuansa nostalgia yang tidak terasa basi, justru terasa relevan dengan kondisi hari ini.
Konser ini terasa spesial karena bukan hanya soal perayaan usia album. SORE menjadikannya sebagai momen refleksi dan penghormatan atas perjalanan mereka sendiri. Emosi penonton memuncak ketika Awan Garnida dan Adra Karim menghadirkan tribute untuk mendiang Ade Firza Paloh, salah satu pendiri SORE.
“Saya minta izin, malam ini saya ingin mengenang seolah-olah dia masih berada di panggung bersama saya,” kata Awan dengan nada haru (22/12).
Baca juga: SukkhaCitta Jadi Produk Busana yang Terlibat di Film “Sore: Istri Masa Depan”
Lagu “Mata Berdebu” yang dibawakan Awan dan Adra mengalir pelan, menghadirkan keheningan yang penuh makna. Momen tersebut seakan menegaskan bahwa sosok Ade dan karya-karyanya masih hidup, tumbuh, dan terus menemani para pendengar SORE hingga hari ini.
Lewat konser Merayakan 20 Tahun Centralismo, SORE membuktikan bahwa musik yang jujur dan digarap dengan hati punya umur panjang. Dua dekade berlalu, Centralismo bukan hanya album, tapi bagian dari cerita hidup banyak orang yang tumbuh bersama lagu-lagunya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













