News  

Menperin Raih Penghargaan, Dorong Percepatan Target Net Zero Industri 2050

Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian terima penghargaan Tokoh Akselerator Transofmrasi Industri Hijau dalam gelaran Detikcom Awards 2025 pada Selasa (25/11).
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian terima penghargaan Tokoh Akselerator Transofmrasi Industri Hijau dalam gelaran Detikcom Awards 2025 pada Selasa (25/11).

Milenianews.com, Jakarta – Ajang Detikcom Awards 2025 jadi momen spesial buat Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia resmi dinobatkan sebagai Tokoh Akselerator Transformasi Industri Hijau berkat komitmennya mendorong percepatan industri ramah lingkungan di Indonesia. Penghargaan ini diterima Agus pada Selasa (25/11), dan langsung disambut dengan penegasan bahwa arah industri nasional memang sudah harus bergerak lebih cepat ke konsep berkelanjutan.

Dalam sesi sambutan, Agus mengingatkan kembali bahwa target nasional untuk mencapai net zero emission masih di angka 2060. Tapi khusus buat sektor manufaktur, pemerintah sengaja tancap gas dan memajukan target itu jadi 2050. “NZE nasional ditargetkan tercapai pada 2060, tetapi untuk sektor manufaktur kami majukan ke tahun 2050. Jadi 10 tahun lebih cepat,” ujarnya dalam siaran pers resmi Kemenperin yang dipublikasikan pada Rabu (26/11).

Baca juga; Kemenperin Dorong Inovasi Industri, Kolaborasikan IndoBuildTech dan GAFA 2025

Percepatan ini bukan tanpa alasan. Menurut Agus, mindset sebagian pelaku industri masih perlu digeser agar melihat transformasi hijau bukan sebagai tambahan biaya, tapi sebagai investasi masa depan. Tantangan inilah yang coba dijawab lewat pembentukan Green Industry Service Company (GISCO), sebuah wadah layanan terpadu yang akan menghubungkan industri dengan penyedia teknologi, lembaga pembiayaan, hingga pendampingan teknis. Dalam penjelasannya, ia menegaskan, “Yang kami hadapi adalah tarik menarik antara ini dianggap cost atau investment.”

GISCO hadir sebagai jembatan industri menuju ekonomi hijau

Agus menyampaikan bahwa GISCO sudah mendapatkan dukungan penuh dari lembaga internasional dan masuk ke dalam blue book, sehingga kehadirannya diharapkan bisa jadi akselerator nyata bagi industri yang siap bertransformasi. Ia menegaskan bahwa GISCO akan menjadi jembatan yang mempercepat lahirnya industri yang lebih efisien, rendah emisi, dan relevan dengan pasar global yang semakin peduli dengan keberlanjutan. “GISCO akan menjadi jembatan antara pelaku industri yang memang sudah siap untuk transformasi dengan finansial company, dengan teknologi provider dan lain sebagainya. Ini sudah akan dibentuk dalam waktu dekat untuk mempercepat transformasi industri hijau,” kata Agus.

Baca juga: Kemenperin: Investasi Apple di Batam Hanya USD200 Juta

Kinerja sektor manufaktur pun terus menunjukkan progres positif. Sejak dirumuskan dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, percepatan transformasi berhasil mendorong pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang berkontribusi 5,58% (yoy) terhadap PDB sepanjang 2025, mengungguli pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04%. Kontribusi ini juga naik menjadi 17,39% pada triwulan terakhir, menguat dari 16,92% sebelumnya.

Karena itu, Agus mengajak pelaku industri untuk tidak menunda langkah menuju industri hijau, mengingat dinamika pasar global semakin bergerak ke arah produk ramah lingkungan. Ia menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar tren, tapi kebutuhan mendesak agar industri Indonesia tidak tertinggal. “Kalau tidak, para pelaku industri akan ketinggalan kereta. Atas penghargaan ini kami sampaikan terima kasih… Ini akan menjadi motivasi dan semangat tambahan bagi kami semua,” ujarnya dalam acara penghargaan tersebut.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *