Milenianews.com, Jakarta – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menilai ajang Indonesia International Book Fair (IIBF) 2025 bukan cuma sekadar pasar buku biasa. Menurutnya, pameran buku ini bisa jadi platform diplomasi budaya lewat karya tulis.
Baca juga: Pidato Sastri Yunizarti Bakry di Forum BRICS: Integritas, Budaya, dan Diplomasi Nurani Indonesia
“IIBF 2025 lebih dari sekadar pasar buku, melainkan platform diplomasi budaya. Serta tempat pertemuan gagasan, dan perayaan karya tulis dalam segala bentuknya,” ujar Fadli saat membuka acara di Jakarta, Rabu (24/9).
Fadli menambahkan, acara ini mengumpulkan semua pihak yang terlibat dalam dunia buku, mulai dari penerbit hingga pembeli dari berbagai negara. Moment ini jadi kesempatan emas untuk mengenalkan budaya Indonesia lebih dalam melalui cerita-cerita yang dituangkan di buku. Selain itu, acara ini juga membantu meningkatkan literasi masyarakat.
Baca juga: D’MASIV Dukung Diplomasi Budaya Indonesia dengan Tampil di LA
Buku, menurut Fadli, adalah instrumen perubahan bagi masa depan bangsa. Di tengah era digital yang serba cepat dan penuh distraksi, membaca buku justru jadi cara untuk menyerap ilmu dengan lebih bermakna. Dengan membaca, menulis, dan menerbitkan secara sadar, konten yang dihasilkan nggak cuma menambah wawasan, tapi juga membentuk karakter bangsa.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













