Beranda Hiburan Game Bupati Mukomuko Minta Blokir Game Online ke Menkominfo

Bupati Mukomuko Minta Blokir Game Online ke Menkominfo

Milenianews.com, BengkuluGame online menjadi trend di kalangan anak-anak, yang bisa berdampak negatif jika tidak ada kontrol dari orang dewasa. Guna meminimalisir hal tersebut, Bupati Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Sapuan, mengirimkan surat ke Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) untuk memblokir situs game online.

Tentu saja ia menganggap bahwa hal tersebut memberi dampak negatif pada anak-anak. Pengajuan pemblokiran tersebut akan berlaku di wilayah Kabupaten Mukomuko.

Baca Juga : Tempat dalam Game PUBG ini Bisa Kamu Kunjungi di Dunia Nyata lho

- Advertisement -

“Bupati telah menyampaikan surat permohonan untuk meminta Menkominfo melalui Dirjen Informatika Kemkominfo memblokir game online di wilayah Kabupaten Mukomuko,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mukomuko Bustari Maller dalam keterangannya di Mukomuko, Rabu (23/6).

Game online yang minta untuk diblokir

Pengajuan tersebut atas dasar banyaknya keluhan masyarakat setempat terhadap game online di Kabupaten Mukomuko.

- Advertisement -

Pasalnya, permainan tersebut, semua kalangan bisa mengkasesnya, tanpa pembatasan. Mulai dari usia sekolah sampai remaja.

Bupati Sapuan meminta untuk memblokir game online yang banyak dikeluhakan masyarakat. Antara lain PUBG Mobile, Free Fire, Mobile Legends, dan Giggs Domino, serta game yang sejenisnya.

Menurutnya, dampak negatif dari game online itu begitu besar. Hal tersebut akan mengganggu perkembangan anak, kesehatan maupun pendidikan anak itu sendiri.

“Anak-anak yang sudah candu game online itu harus mendapat perhatian dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Dari segi kesehatan juga, jika sudah kecanduan game online akan mengalami gangguan penglihatan, obesitas sampai Syndrome Guervian.

Baca Juga : Tri Indonesia Berikan Jaringan Prioritas untuk Game Online

Sementara itu, dari sisi psikologis, anak akan lebih individual dan menjadi egois. Dalam hal ini tidak cukup mengandalkan peran orang tua saja.

Pemerintah melalui Kemkominfo juga bisa melakukan upayanya memblokir game online tersebut.

Selain itu, menurutnya, tak salah jika pemblokiran ini diterapkan secara nasional atau kabupaten.(Rifqi Firdaus)

12 KOMENTAR

  1. Setuju banget sih. Semoga dikabuli, udah banyak banget anak anak yg terkena dampak negarif nya. Miris banget😢

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Konami Ubah PES Jadi eFootball dan Gratis untuk Dimainkan

Milenianews.com - Belum lama ini, Konami secara resmi mengumumkan kabar mengejutkan. Kabarnya perusahaan yang berbasis di Jepang ini mengumumkan bahwa tidak akan meluncurkan seri Pro...

Kisah Khaby Lame, Miliarder yang Pernah Jadi Buruh Pabrik

Milenianews.com, Jakarta - Siapa yang bukan followers nya influencer asal Italia, Khaby Lame. Sepertinya Sobat Milenia, banyak yang mengikutinya. Lewat akun TikTok dan Instagram @khaby00,...

Drakor Nevertheless Relate Dengan Kisah Cinta Remaja Indonesia

Milenianews.com - Drama Korea (Drakor) memang selalu menjadi tren di Indonesia. Hingga belum lamna ini para pecinta drakor ramai membicarakan karakter Park Jae Eon dari...

Drakor Hometown Cha-Cha-Cha Tayang 28 Agustus di Netflix

Milenianews.com - Drama Korea terbaru berjudul "Hometown Cha-Cha-Cha" akan tayang di Netflix pada 28 Agustus mendatang. Drama bergenre romantis ini menghadirkan Dua aktor populer Shin...