Milenianews.com, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan panduan pelaksanaan perayaan Idul Adha agar aman dari Covid-19. Mengingat, Idul Adha memungkinkan banyak orang untuk berkerumun karena melihat proses saat penyembelihan hewan kurban dan salat ied.
WHO menganjurkan pada masyarakat di atas usia 60 tahun yang merasa tidak enak badan untuk tidak menghadiri ibadah salat ied. Hal itu untuk mencegah penularan terhadap lansia.
Baca Juga : Panduan Salat Idul Adha di Masa Pandemi Covid-19
Saat pemotongan hewan kurban, WHO menganjurkan jaga jarak fisik minimal satu meter, penggunaan masker, meminimalisir kontak langsung dengan individu, serta pembatasan kerumunan,
Kegiatan ibadah pun sebisa mungkin dilakukan di tempat terbuka. Jika di tempat tertutup, harus dipastikan ruangan tersebut punya aliran udara yang baik. Selain itu, pengaturan aliran keluar masuk orang di tempat ibadah, penyediaan tempat cuci tangan dan penampungan sampah serta penggunaan sajadah serta alat salat personal.
Tempat ibadah pun harus higienis dan steril dengan membersihkannya sebelum dan sesudah kegiatan ibadah berlangsung.
Standar penyembelihan kurban saat Idul Adha dengan protokol kesehatan Covid-19 dari WHO pun sudah diatur:
- Pengadaan hewan qurban sesuai standar keamanan, khususnya ternak impor.
- Penempatan hewan kurban di kandang yang luas memadai.
- Pemeriksaan hewan kurban untuk mencegah penularan zoonois.
- Jangan menyembelih hewan yang terlihat sakit.
- Sediakan ruangan khusus untuk karantina dan isolasi hewan yang diduga sakit.
WHO menyebut, penyembelihan hewan kurban di tempat pemotongan hewan dianggap akan lebih memudahkan dan sudah sesuai standar protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, fasilitas yang ada lebih higienis dan sudah ada tempat pengolahan limbah pemotongan guna mencegah penularan penyakit.
Baca Juga : 6 Amalan Sunnah saat Momen Idul Adha tiba
Saat pembagian hewan kurban pun, dianjurkan untuk menyerahkan langsung ke rumah-rumah warga untuk menghindari kerumunan. (Rifqi Firdaus)