Milenianews.com, Depok– Sekolah Bakti Mulya 400 Depok kembali menyelenggarakan agenda rutin Kajian Jumat Pagi sebagai wadah penguatan spiritual, integritas moral, serta pembinaan karakter bagi para pendidik dan tenaga kependidikan. Pada kesempatan kali ini, 30 Oktober 2026, kajian menghadirkan narasumber Ihsan Fathurrachman, S.Pd., guru Sekolah Bakti Mulya 400 Depok. Ia membawakan materi inspiratif bertajuk “Menjaga Kemurnian Niat: Mengubah Profesi Mengajar Menjadi Ladang Pahala Jariyah”.
Melalui pemaparan ini, para pendidik diajak untuk merefleksikan kembali hakikat niat dalam bekerja agar setiap ikhtiar mendidik tidak hanya bernilai profesi, tetapi juga berbuah pahala abadi.
Baca Juga : Kajian Jumat Pagi Sekolah Bakti Mulya 400 Depok: Guru Adalah Investasi Masa Depan
Mengawali kajian, Ihsan Fathurrachman menjelaskan bahwa secara bahasa dan istilah, niat (Al-Qashdu) berarti maksud, tujuan, atau keinginan untuk menyengaja suatu perbuatan yang menyertai pelaksanaannya. Ia menegaskan bahwa niat merupakan penentu utama nilai dari setiap amalan manusia, merujuk pada hadits populer dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA: “Innamal a’malu bin niyyat…” yang menegaskan bahwa setiap perbuatan bergantung pada niatnya.

Ihsan menguraikan bahwa niat yang murni dan lurus terdiri atas tiga unsur utama.
- Al-Qashdu (Keinginan): Dorongan dalam hati untuk melakukan suatu perbuatan.
- Al-Ba’its (Motivasi): Alasan atau dasar yang menggerakkan seseorang dalam melangkah.
- At-Tawajjuh (Orientasi): Arah dan tujuan akhir yang ingin dicapai dari perbuatan tersebut, yakni semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
Selanjutnya, Ihsan Fathurrachman menghubungkan konsep niat dengan hadits Rasulullah SAW mengenai amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.
Baca Juga : SMP dan SMA Bakti Mulya 400 Depok Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW
Dalam dunia pendidikan, Ihsan merinci tiga wujud amal jariyah guru yang dapat diraih melalui kemurnian niat:
- Ilmu: Mengajarkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kebaikan yang terus diamalkan serta disebarkan oleh murid-murid.
- Keteladanan: Menampilkan sikap, adab, dan akhlak karimah yang menjadi contoh positif dalam kehidupan siswa sehari-hari.
- Karya: Menghasilkan karya-karya pembelajaran, buku, maupun sarana edukasi yang memberi manfaat luas bagi dunia pendidikan.
Sesi Kajian Jumat Pagi ditutup dengan kalimat mutiara dan pesan kunci dari Ihsan Fathurrachman, S.Pd. untuk membakar semangat para pendidik Sekolah Bakti Mulya 400 Depok: “Profesi mengajar memberikan penghasilan untuk kehidupan, tetapi dengan niat yang lurus, ikhtiar yang sungguh-sungguh, dan ilmu yang bermanfaat, profesi ini juga dapat menjadi jalan menuju pahala yang terus mengalir.”
Melalui kegiatan pembinaan rohani berkala ini, Sekolah Bakti Mulya 400 Depok berkomitmen menjaga semangat dan keikhlasan para guru agar senantiasa menjadikan aktivitas mengajar sebagai ibadah mulia yang berdampak bagi masa depan anak didik serta kehidupan di akhirat kelak.













