Veddriq Leonardo Juara World Climbing Series Chamonix 2026, Indonesia Kuasai Podium

Milenianews.com, Jakarta – Bendera Merah Putih Lagi-Lagi Berkibar di Ketinggian. Saat Negara Lain Berebut Podium, Indonesia Malah Sibuk Membagi Emas dan Perak Sendiri. Di tengah persaingan sengit yang biasanya memaksa atlet saling menjatuhkan, final nomor speed putra World Climbing Series Chamonix 2026 justru berubah menjadi “urusan keluarga”. Dunia hanya bisa menyaksikan, sementara dua atlet Indonesia memastikan lagu Indonesia Raya tetap menjadi soundtrack utama di Prancis.

Baca juga: Desak Made Sabet Emas, Indonesia Finis Tiga Besar di World Climbing Series Krakow 2026

Indonesia kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu raksasa panjat tebing dunia setelah menguasai nomor speed putra World Climbing Series Chamonix 2026, Minggu (13/7). Veddriq Leonardo keluar sebagai juara usai mengalahkan rekan senegaranya, Antasyafi Robby Al Hilmi, dalam final yang sepenuhnya dikuasai Merah Putih.

Final Sesama Indonesia, Emas Tak Pergi ke Mana-Mana

Veddriq, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, tampil tenang saat laga puncak. Ia mencatatkan waktu 4,89 detik, cukup untuk mengamankan medali emas sekaligus mengungguli Robby yang finis dengan waktu 5,11 detik.

Meski gagal menjadi juara, Robby tetap layak mendapat sorotan. Atlet muda itu tampil konsisten sejak babak kualifikasi hingga memastikan Indonesia mengunci dua posisi teratas di podium.

Sementara medali perunggu diraih atlet Jepang Ryo Omasa, yang mencatatkan waktu 4,701 detik saat memenangi perebutan tempat ketiga.

Comeback Veddriq Berbuah Emas

Bagi Veddriq, kemenangan ini bukan sekadar menambah koleksi medali. Emas di Chamonix menjadi gelar pertamanya sejak menjuarai Olimpiade Paris 2024, sekaligus menandai keberhasilannya bangkit setelah sempat diganggu cedera.

“Saya merasa luar biasa. Ini medali emas pertama saya setelah Olimpiade dan butuh waktu yang lama untuk meraihnya,” ujar Veddriq, dikutip dari laman World Climbing.

Baca juga:  Putra Tri Ramadani Raih Emas Bersejarah di World Climbing Series Praha 2026

Ia mengaku belum menjalani latihan secara maksimal karena proses pemulihan cedera. Bahkan, dirinya hampir tidak menyentuh dinding latihan sebelum tampil di Madrid, Krakow, hingga akhirnya naik podium tertinggi di Chamonix.

Kemenangan ini kembali mengirim pesan yang sederhana, tetapi cukup menusuk. Saat negara lain masih mengejar Indonesia di nomor speed, atlet Merah Putih justru sibuk saling berebut emas. Bagi dunia, itu persaingan. Bagi Indonesia, itu kemewahan yang mulai terasa seperti kebiasaan.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *