Persebaya Taklukkan Persija 1-0 Berkat Gol Bunuh Diri, Awali Piala Presiden 2026 dengan Tiga Poin

Milenianews.com, Jakarta – Kalian tau ga? Duel Persebaya Surabaya kontra Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026 tadi malam justru menghadirkan pelajaran lain, kadang lawan tidak perlu bekerja terlalu keras jika kesalahan datang dari kaki sendiri.

Di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (26/7) malam WIB, Persebaya mengamankan kemenangan tipis 1-0. Bukan lewat sepakan spektakuler atau skema menyerang yang memukau, melainkan dari gol bunuh diri yang lahir akibat blunder di lini belakang Persija.

Tiga poin tetap masuk ke kantong Bajul Ijo. Sementara Persija pulang dengan satu beban tambahan: memperbaiki kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.

Baca juga:Ā Persija Hancurkan Persis Solo 4-0 di GBK, Macan Kemayoran Pesta Gol

Adu Otot Lebih Dulu daripada Adu Gol

Sejak peluit pertama berbunyi, pertandingan lebih sibuk menghadirkan pelanggaran daripada peluang. Dalam 20 menit pertama saja, wasit sudah mengeluarkan tiga kartu kuning.

Persebaya maupun Persija sama-sama bermain keras. Bola memang terus bergerak, tetapi ritme permainan berkali-kali terputus akibat tekel dan benturan yang membuat laga lebih mirip adu fisik daripada adu kreativitas.

Hingga turun minum, papan skor tetap 0-0. Yang bertambah justru koleksi kartu kuning.

Blunder yang Mengubah Segalanya

Babak kedua berjalan lebih terbuka. Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain demi mengubah tempo permainan.

Namun, gol yang ditunggu akhirnya datang dari cara yang paling tidak diharapkan.

Pada menit ke-64, bek Persija Radovan Pankov mencoba mengirim umpan balik kepada kiper Aqil Savik. Niatnya sederhana, eksekusinya justru menjadi mimpi buruk. Bola meluncur terlalu jauh, gagal dijangkau sang penjaga gawang, lalu bergulir masuk ke gawang sendiri.

Dalam sepak bola, satu keputusan yang salah sering kali menghapus puluhan menit permainan yang baik. Persija merasakannya secara langsung.

Gol yang Datang Terlambat

Tertinggal satu gol membuat Macan Kemayoran meningkatkan tekanan. Sejumlah peluang tercipta, tetapi pertahanan Persebaya tetap disiplin menutup ruang.

Harapan sempat muncul pada masa injury time ketika Denis Kolinger berhasil menanduk bola ke gawang Persebaya. Sayangnya, selebrasi itu hanya berlangsung sesaat. Wasit menganulir gol tersebut karena posisi Kolinger lebih dulu terjebak offside.

Kesempatan terakhir pun menguap bersama tiupan peluit panjang.

Baca juga:Ā Persebaya Surabaya Rekrut Gali Freitas dan Risto Mitrevski

Kemenangan ini membawa Persebaya membuka perjalanan di Grup B dengan modal sempurna. Bajul Ijo menunjukkan bahwa organisasi pertahanan yang solid sering kali lebih berharga daripada pesta gol.

Di sisi lain, Persija mendapat pengingat keras bahwa pertandingan besar tak selalu ditentukan kualitas menyerang. Satu kesalahan kecil di belakang bisa menjadi hukuman yang jauh lebih mahal daripada puluhan peluang yang gagal dimanfaatkan.

Karena dalam sepak bola, lawan memang bisa mencuri kemenangan. Namun, terkadang sebuah tim justru menyerahkannya dengan tangannya sendiri.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtubeĀ MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *