Franco Baresi Tutup Usia, Lautan Merah Hitam Iringi Prosesi Pemakaman di Milan

Foto oleh Stefano RELLANDINI / AFP

Milenianews.com, Jakarta – Coba renungkan, berapa banyak orang yang benar-benar akan mengantar kita ketika perjalanan hidup berakhir? Franco Baresi memberikan jawabannya tanpa sepatah kata pun. Ribuan suporter memenuhi Milan bukan karena diwajibkan, melainkan karena mereka merasa kehilangan bagian dari hidupnya. Sebab seorang legenda sejati tidak hanya memenangkan pertandingan, tetapi juga memenangkan hati orang-orang yang tak pernah berhenti mengenangnya.

Suasana haru menyelimuti Basilika Sant’Ambrogio, Milan, Selasa (4/8), ketika sekitar 3.000 pelayat memenuhi kawasan gereja untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Franco Baresi, legenda AC Milan yang meninggal dunia pada usia 66 tahun.

Baca juga: Piatek Resmi Gantikan Higuain Di AC Milan

Lautan Merah Hitam untuk Sang Kapten

Sejak pagi, ribuan pendukung datang membawa syal, bendera Rossoneri, hingga jersey bernomor punggung 6 yang identik dengan Baresi. Nyanyian “Satu kapten, hanya ada satu kapten” terus bergema ketika peti jenazah memasuki area basilika.

Prosesi pemakaman dihadiri sederet nama besar yang pernah menjadi bagian dari perjalanan Baresi. Paolo Maldini, Roberto Baggio, Marco van Basten, Alessandro Costacurta, Clarence Seedorf, hingga Fabio Capello datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama puluhan tahun menjadi simbol pertahanan AC Milan.

Di sisi lain, kedatangan sejumlah petinggi klub justru disambut cemoohan sebagian suporter. Sebuah ironi yang menegaskan bahwa di mata tifosi, jabatan bisa berganti, tetapi legenda tetap memiliki tempat yang tak tergantikan.

Warisan yang Tak Sekadar Trofi

Selama dua dekade membela AC Milan, Franco Baresi mencatatkan 719 penampilan dan mempersembahkan enam gelar Serie A serta tiga trofi Piala Champions Eropa. Bersama Timnas Italia, ia ikut membawa Gli Azzurri menjuarai Piala Dunia 1982 dan mencapai final Piala Dunia 1994.

Sebagai penghormatan atas loyalitasnya, AC Milan memensiunkan nomor punggung 6, menjadikannya salah satu simbol paling sakral dalam sejarah klub.

Baca juga: Kabar Duka! Mantan Bos AC Milan, Berlusconi Meninggal Dunia

Meski prosesi pemakaman telah usai, nyanyian suporter tetap menggema di luar basilika. Sebab bagi mereka, Franco Baresi mungkin telah meninggalkan lapangan untuk selamanya, tetapi sosok sang kapten akan terus hidup dalam setiap warna merah-hitam yang berkibar. Di era ketika kesetiaan semakin langka, Baresi mengingatkan bahwa seorang legenda sejati tidak hanya dikenang karena trofi, melainkan karena ia membuat sebuah klub terasa seperti rumah.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *