Alasan Peringkat BWF Jonathan Christie yang Turun Drastis

Jonathan Christie
Jonathan Christie

Milenianews.com, Jakarta –  Update Peringkat Tunggal Putra BWF Indonesia cukup drastis. Sejak Jonatan Christie menyabet gelar Indonesia Masters 2023 dan lolos ke babak kualifikasi Olimpiade Paris 2024, konsistensinya semakin menurun.

Akibatnya, pemain yang dikenal sebagai Jojo tersingkir dari tiga besar daftar BWF, hampir meninggalkan pemain elit dunia di 10 besar. Menurut perkiraan peringkat BWF Twitter @BadmintonTalk, Jojo berada di urutan ke-9 dalam publikasi, yang mana di update hari ini, Selasa (4/7).

Baca juga : Fakta Seorang Carolina Marin, Pemain Badminton Andalan Spanyol!

Performa tersebut berbanding terbalik dengan hasil yang diraihnya tiga bulan lalu, di mana ia tetap berada di urutan kedua peringkat BWF. Kini, dampak ketidakkonsistenan Jojo di beberapa turnamen belakangan ini memengaruhi peringkat BWF-nya.

Update Ranking BWF Tunggal Putra:

1. Viktor Axelsen (Denmark) – 101205

2. Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia) – 89811

3. Kodai Naraoka (Jepang) – 77015

4. Kunlavut Vitidsarn (Thailand) – 74898

5. Shi Yuqi (China) – 70554

6. Loh Kean Yew (Singapura) – 69882

7. Chou Tien Chen (Taiwan) – 68627

8. Prannoy HS (India) – 67677

9. Jonatan Christie (Indonesia) – 67541

10. Li Shi Feng (China) – 65538

Konsistensi Jojo menurun usai menjuarai Indonesia Masters 2023

Jojo tampil menggemaskan saat bertarung di Indonesia Masters 2023 Januari lalu. Saat itu, ia berhasil menembus final dan mencapai all-Indonesian final. Melawan rekan senegaranya Chico Aura Dwi Wardoyo, Jonathan sukses dalam perebutan gelar juara.

Pria kelahiran 1997 ini menjadi juara Master Indonesia ini. Dengan penampilan tersebut, Jojo diharapkan memiliki modal yang tinggi untuk turnamen mendatang.

Tour Eropa kala itu menjadi puncak perjuangan Jojo dan perwakilan Indonesia lainnya. All England 2023 adalah panggungnya setelah kemenangannya saat tampil di Istora Senayan, Jakarta, Indonesia. Terlepas dari prediksi, Jojo sebenarnya adalah pil pahit saat tersingkir di babak pertama.

Kemudian dia menghadapi peringkat China Weng Hong Yang dan kalah dalam dua pertandingan berturut-turut. Setelah itu dia tidak punya rencana lebih lanjut di Eropa dan sayang sekali dia hampir tidak bisa mencapai hasil di benua biru.

Baca juga : Mahasiswa UBSI Pontianak ‘Runner Up’ Badminton Open Tournament

Setelah kembali dengan cepat dari All England, Jojo tidak pernah bisa menyamai performa konsistennya. Jojo tidak diturunkan untuk meraih hasil bagus meski ditempatkan di Piala Sudirman 2023.

Jojo dikeluarkan dua kali di babak penyisihan grup, Jojo hanya bisa menyelamatkan satu kali saat bertemu Fabian Roth dari Jerman. Setelah kembali dengan cepat dari All England, Jojo tidak pernah bisa menyamai performa konsistennya.

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *