Milenianews.com, Tuban— BMH Jawa Timur kembali menghadirkan manfaat melalui program wakaf air bersih dengan meresmikan sumur bor ke-280 di Jawa Timur, berlokasi di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Qudsiyah Putri, Dusun Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Sabtu (25/7/2026).
Peresmian sumur bor ini menjadi solusi atas kebutuhan air bersih bagi para santri dan pengurus pesantren. Sebelum adanya sumur bor, para santri harus mengambil air dari rumah warga di sekitar pondok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut tentu cukup menyulitkan, terutama saat aktivitas belajar dan menghafal Al-Qur’an berlangsung.
Kini, dengan hadirnya sumur bor, para santri dapat memperoleh akses air bersih yang lebih mudah untuk mandi, mencuci, berwudhu, memasak, dan berbagai kebutuhan lainnya di lingkungan pesantren.

Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Qudsiyah Putri, KH. Hasyim Asy’ari, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya program wakaf air bersih tersebut.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BMH dan seluruh donatur yang telah menghadirkan sumur bor di pesantren kami. Bantuan ini sangat berarti bagi para santri dan menjadi solusi atas kebutuhan air bersih yang selama ini kami hadapi. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dengan pahala yang terus mengalir,” ujarnya.
Salah satu santri, Fathima, juga mengungkapkan rasa bahagianya. “Terima kasih kakak-kakak BMH dan para donatur. Sekarang kami tidak perlu lagi mengambil air dari rumah warga. Semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah diberikan,” tuturnya.
Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, mengatakan bahwa program sumur bor merupakan bentuk ikhtiar BMH dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi pesantren yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
Baca Juga : BMH Resmikan Sumur Bor Ke-278 di Jawa Timur, Warga Dusun Bungur kini Nikmati Akses Air Bersih
“Alhamdulillah, peresmian sumur bor ke-280 ini menjadi bukti nyata bahwa amanah para donatur terus menghadirkan manfaat bagi umat. Dampak program ini diharapkan mampu menyediakan akses air bersih yang layak bagi para santri, meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi lingkungan pesantren, mendukung kelancaran aktivitas ibadah serta proses menghafal Al-Qur’an, mengurangi beban operasional pesantren, dan menjadi amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir bagi seluruh donatur,” ujarnya.
Hingga Juli 2026, BMH Jawa Timur telah merealisasikan 280 titik sumur bor di berbagai daerah. Program wakaf air bersih ini menjadi komitmen BMH dalam menghadirkan solusi atas kebutuhan air bersih bagi pesantren, masjid, dan masyarakat di pelosok, sehingga semakin banyak umat yang dapat merasakan manfaat dan keberkahannya.













