Milenianews.com, Depok– Rektor Institut SEBI, Sigit Pramono, S.E., M.Sc., Ph.D., menegaskan komitmen Institut SEBI untuk menjembatani kebijakan nasional dengan aksi nyata melalui pendidikan, kolaborasi, dan kontribusi sosial. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada agenda Kuliah Umum dan Peluncuran Buku yang berlangsung di SEBI Hall, Institut SEBI, Depok, Senin (31/8/2026).
Dalam sambutannya, Rektor Institut SEBI menyampaikan bahwa keberadaan kampus merupakan bagian dari amanah umat melalui tanah wakaf yang dikelola oleh Yayasan Bina Tsaqofah. Amanah tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan pendidikan terbaik bagi generasi muda.
Menurut Sigit Pramono, institusi pendidikan tidak hanya memiliki peran dalam memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa. “Karena itu, kerja sama lintas pihak menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang berdampak,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Institut SEBI mengangkat gagasan Santiniketan yang diperkenalkan oleh almarhum Prof. Dr. Dawam Rahardjo. Gagasan tersebut menggambarkan lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan intelektual dan wirausahawan. Konsep tersebut kemudian dikaitkan dengan Darussalam, yakni lingkungan pendidikan yang damai dan mampu melahirkan generasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“SEBI mungkin satu langkah kecil melahirkan Santiniketan, melahirkan Darussalam-Darussalam yang bersama Bapak Ibu semua untuk memberikan pendidikan kepada adik-adik kita, kepada anak kita,” ujar Sigit Pramono.
Ia juga menyampaikan harapan agar tanah wakaf Institut SEBI dapat menjadi ruang pendidikan yang merepresentasikan keberagaman umat dan bangsa. “Keberadaan mahasiswa dari berbagai daerah dan latar belakang diharapkan dapat membentuk lingkungan akademik yang inklusif sekaligus mendorong lahirnya kontribusi nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Agenda Kuliah Umum dan Peluncuran Buku tersebut turut menghadirkan berbagai tokoh dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya memperluas ruang dialog dan kolaborasi. Dalam kegiatan tersebut, Rektor Institut SEBI juga menyampaikan apresiasi kepada Dr. Fahmi dan Dr. Sapto Wahyudi selaku penggagas dan editor buku yang diluncurkan.
Melalui kegiatan tersebut, Institut SEBI memperkuat institutional branding sebagai kampus inklusif yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga pada kolaborasi dan kontribusi sosial. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Institut SEBI untuk menerjemahkan nilai dan kebijakan nasional ke dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Institut SEBI, Sigit Pramono, kebijakan nasional dan kontribusi sosial.
SEBI-kontribusi sosial







