Milenianews.com, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Seminar Motivasi (SEMOT) 2026 sebagai bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Minggu (20/9/2026). Mengusung tema “Bright, Spirit, Initiative”, kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk membangun motivasi, mengembangkan diri, serta mengenal berbagai aktivitas kemahasiswaan di lingkungan kampus.
Selain menghadirkan seminar dan berbagai sesi inspiratif, rangkaian SEMOT juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) yang dapat menjadi wadah pengembangan kemampuan nonakademik, relasi, serta pengalaman berorganisasi.
Salah satu organisasi yang turut hadir memperkenalkan kegiatannya kepada mahasiswa baru ialah UKM Pecinta Alam UBSI atau Calandra. Unit Kegiatan Mahasiswa atau biasa dikenal UKM ini mencakup mahasiswa dari sejumlah kampus UBSI di wilayah Jabodetabek, yakni Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Calandra memiliki empat divisi yang berkaitan dengan kegiatan alam bebas, yaitu Susur Goa, Gunung Hutan, Panjat Tebing, serta Olahraga Arus Deras (ORAD) atau yang lebih dikenal dengan rafting.
“Kami memiliki empat divisi, ada susur goa, gunung hutan, panjat tebing, sama olahraga arus deras atau biasa dikenal dengan rafting,” ujar salah satu pengurus UKM Pecinta Alam UBSI saat ditemui dalam kegiatan SEMOT 2026.
Kegiatan yang dilakukan anggota Calandra pun disesuaikan dengan bidang masing-masing. Para anggota dapat melakukan aktivitas di gua, gunung, tebing, maupun sungai. Namun, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk bersenang-senang. Anggota juga dibekali kemampuan untuk melakukan pengamatan dan pengambilan data sesuai medan yang dihadapi.
“Biasanya kami ke medan-medan itu seperti ke goa, ke gunung, ke tebing, sama ke sungai. Selain have fun, ada data yang harus diambil. Misalnya ketika ke sungai, biasanya kami mengecek jeram yang kita lewati,” jelasnya.
Mengingat kegiatan alam bebas memiliki risiko yang cukup tinggi, Calandra juga memberikan pembekalan kkepada anggota sebelum terjun langsung ke medan. Materi tersebut diberikan untuk memastikan mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat menunjang keselamatan selama kegiatan.
“Biasanya sebelum ke medan yang sebenarnya, anak-anak Calandra dibekali materi dulu karena ini kegiatan alam bebas yang risikonya juga tinggi. Jadi, kami harus membekali mereka dengan materi-materi yang bisa menunjang saat bermain di lapangan,” katanya.
Persiapan Calandra untuk mengikuti SEMOT 2026 sendiri telah dilakukan sekitar satu bulan sebelum kegiatan berlangsung. Selain menyesuaikan konsep dengan tema SEMOT, booth Calandra juga dirancang untuk menunjukkan identitas organisasi sebagai UKM yang bergerak di bidang kegiatan alam bebas.
Booth tersebut dilengkapi berbagai elemen bernuansa alam, seperti miniatur papan panjat, ornamen burung, daun, hingga perahu yang menjadi bagian dari konsep tampilan booth.
“Kalau untuk perahunya lebih ke ciri khas Calandra sendiri. Booth kita memang menggambarkan seperti apa penggiat alam. Makanya di booth ada miniatur wall, burung-burung, dan daun,” tuturnya.
Keikutsertaan dalam SEMOT juga menjadi kesempatan bagi Calandra untuk bertemu langsung dengan mahasiswa baru. Pengurus mengaku senang dapat berkumpul bersama berbagai organisasi mahasiswa sekaligus memperkenalkan Calandra kepada calon anggota baru.
“Pastinya seru banget karena kita bisa gabung dengan seluruh ormawa, kumpul bareng, dan ketemu dengan calon-calon anggota yang akan segera bergabung dengan kami. Senang juga bisa bertemu lagi dengan maba-maba tahun ini,” ungkapnya.
Ia berharap kehadiran mahasiswa baru dapat menjadi awal regenerasi yang mampu membawa lebih banyak prestasi bagi UBSI.
“Dengan adanya regenerasi baru ini, semoga BSI bisa mencetak prestasi yang lebih banyak dengan maba-maba yang baru,” ujarnya.
Calandra juga membuka kesempatan bagi mahasiswa baru yang masih awam dengan dunia pecinta alam untuk mengenal lebih jauh kegiatan organisasi tersebut. Pengurus menyebut seluruh mahasiswa dipersilakan untuk bergabung dan terlebih dahulu mendapatkan gambaran mengenai aktivitas yang dilakukan.
“Kami mengajak semua untuk ikut join. Kalau mereka masih awam dan asing dengan dunia mapala atau penggiat alam, kami akan dengan senang hati menjelaskan seperti apa kegiatan-kegiatan Calandra supaya mereka punya gambaran,” katanya.
Menurutnya, pengenalan tersebut diharapkan dapat membuat mahasiswa baru melihat kegiatan pecinta alam sebagai pengalaman yang menarik sekaligus menjadi salah satu pilihan organisasi selama menjalani perkuliahan.

Sementara itu, salah satu mahasiswa yang mengunjungi booth UKM Pecinta Alam UBSI, Muhammad Rizky dari UBSI Kampus Pemuda, mengaku tertarik mendatangi booth tersebut karena lokasinya yang mudah terlihat.
“Saya mengunjungi booth ini karena tepat berada di depan hall utama, eye-catching sekali dan disambut juga dengan orang-orang yang mencoba flying fox dari lantai 2 ke lantai dasar,” ujar Rizky.
Rizky juga menyampaikan bahwa salah satu hal yang ingin diperoleh dari mengikuti organisasi mahasiswa ialah keterampilan yang relevan dengan dirinya serta kesempatan membangun relasi yang lebih luas.
Keberadaan ORMAWA Expo dalam rangkaian SEMOT 2026 pun menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa baru untuk menentukan aktivitas yang sesuai dengan minat dan tujuan pengembangan dirinya. Melalui organisasi, mahasiswa tidak hanya dapat memperoleh pengalaman baru, tetapi juga berkesempatan mengembangkan keterampilan, membangun relasi, serta mengambil peran di luar kegiatan akademik.
Dengan semangat “Bright, Spirit, Initiative”, pengenalan berbagai organisasi mahasiswa diharapkan dapat mendorong mahasiswa baru UBSI untuk berani mengambil inisiatif, mencoba pengalaman baru, dan mengembangkan potensi sejak awal masa perkuliahan.







