Milenianews.com, Jakarta – Teknologi yang awalnya menjanjikan kemudahan kini justru membawa kekhawatiran bagi sebagian pekerja. Canva, perusahaan desain digital asal Australia, mengumumkan perombakan bisnis yang berdampak pada 22 persen tenaga kerjanya atau sekitar 1.271 orang.
Melansir BBC, Jumat (6/11), CEO Canva Melanie Perkins menyebut keputusan tersebut sebagai momen tersulit sepanjang 13 tahun perjalanan perusahaan. Dampaknya mencakup PHK, perubahan posisi, hingga pemindahan lokasi kerja.
Baca juga:Â Tips & Trik Buat Konten Desain Dengan Canva
AI Jadi Tantangan Bisnis Canva
Perombakan ini terjadi ketika pertumbuhan Canva melambat untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Nilai perusahaan juga menurun di tengah kekhawatiran terhadap persaingan AI dan tingginya biaya pengembangan teknologi tersebut.
Perkins menyebut perkembangan AI telah mengubah cara orang berkarya dan ekspektasi terhadap produk digital. Namun, perubahan itu juga membawa konsekuensi bagi para pekerja.
Baca juga:Â Dosen Prodi Bisnis Digital Cyber University Kenalkan ICT dan Canva pada Anak
Canva berencana menjadikan Sydney sebagai basis utama sebagian besar tim produknya. Mulai tahun depan, karyawan hybrid juga diwajibkan bekerja dari kantor dua hingga tiga hari setiap minggu.
Valuasi Canva dilaporkan turun dari 60 miliar menjadi sekitar 49 miliar dolar Australia. Perusahaan yang berdiri sejak 2013 itu kini menghadapi tantangan besar untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













