Milenianews.com, Jakarta – Kereta api bukan kendaraan yang bisa berhenti mendadak ketika seseorang berada di jalurnya. Peringatan sudah dibunyikan, tetapi tragedi tetap terjadi. Seorang pria berinisial PWR (21) tewas tertabrak kereta api di perlintasan Dusun Soragan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Kamis (29/10) sekitar pukul 04.45 WIB.
Baca juga:Â Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Disorot
Korban diketahui bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Gizi di Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Tabrakan Tak Terhindarkan
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan kereta melaju dari Stasiun Tugu menuju Stasiun Wates ketika masinis melihat seseorang bergerak dari arah timur ke barat di jalur rel.
Masinis sempat membunyikan peringatan berulang kali. Namun, jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
Petugas Polsuska kemudian mendatangi lokasi dan menghubungi Polsek Kasihan serta PMI Bantul. Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami trauma berat pada kepala dan dada, patah tulang paha kanan, serta dislokasi bahu kiri. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Kronologi Masih Didalami
Menurut Rita, petugas palang pintu dan saksi di sekitar lokasi mengaku tidak melihat korban berjalan menuju rel. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Baca juga:Â Warga Bantul Temukan Benda Mirip Granat di Depan Rumah, Polisi Lakukan Pemeriksaan
Hingga kini, peristiwa tersebut masih ditangani petugas sesuai prosedur. Kejadian ini kembali menjadi pengingat bahwa jalur kereta bukan tempat untuk dilintasi sembarangan. Sebab, ketika kereta sudah mendekat, peringatan bisa terdengar, tetapi kesempatan untuk menyelamatkan diri belum tentu tersedia.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













