Milenianews.com, Jakarta – Pagi yang biasanya dimulai dengan alarm ponsel dan kopi. Di Flores, Sabtu (15/8), alarmnya sedikit berbeda bumi berguncang dengan magnitudo 7,7 dan BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami. Alam rupanya tidak mengenal konsep “akhir pekan santai”.
Gempa terjadi pukul 04.58.23 WIB dan menurut pemutakhiran BMKG berpusat di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. BMKG menyebut mekanisme gempa berkaitan dengan sesar naik (thrust fault).
Baca juga:Â Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto Jepang, AEON Mall Ambruk dan Puluhan Orang Masih Dicari
Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan
Tak lama setelah gempa, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Sejumlah pemantauan muka laut kemudian menunjukkan gelombang di beberapa titik, di antaranya mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende, sementara lokasi lain mencatat ketinggian lebih rendah.
Peringatan tersebut akhirnya diakhiri pada pukul 07.30 WIB, tetapi BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Ketika Alam Mengingatkan Lagi
Guncangan dilaporkan dirasakan hingga wilayah yang jauh dari pusat gempa. Situasi seperti ini mengingatkan bahwa Indonesia memang tidak pernah benar-benar bisa “libur” dari ancaman gempa.
Karena itu, yang paling penting setelah guncangan bukan membuat kepanikan baru di media sosial, melainkan mengikuti informasi resmi dan memastikan keselamatan di sekitar.
Baca juga:Â Gempa M7,4 Guncang Kolombia, Sedikitnya 111 Orang Tewas dan Puluhan Bangunan Runtuh
Gempa bisa selesai dalam hitungan detik. Kepanikan, kerusakan, dan pekerjaan penyelamatan bisa berlangsung jauh lebih lama.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













