Milenianews.com, Lombok – Dua hari sebelum mesin MotoGP meraung di Mandalika, bumi Lombok lebih dulu membuat warga terbangun. Gempa bermagnitudo 5,2 mengguncang Lombok pada Rabu (7/10) pukul 04.15 WITA. BMKG mencatat pusat gempa berada di darat, 9 kilometer tenggara Lombok Barat, dengan kedalaman 92 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Getaran dirasakan hingga Mataram dan Lombok Tengah, termasuk kawasan sekitar Sirkuit Mandalika. Meski cukup terasa, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa tersebut.
Baca juga:Â MotoGP Mandalika 2025 Memberi Dampak Positif bagi Perekonomian Masyarakat Lombok
Sebagian anggota paddock MotoGP sudah tiba di Lombok setelah seri Jepang. Jadwal balapan pun tidak berubah. Aktivitas di Mandalika tetap dimulai Jumat (9/10), dilanjutkan kualifikasi dan Sprint Race pada Sabtu, sebelum balapan utama Minggu (11/10).
Namun, ada satu hal menarik: ketika gempa datang, otoritas NTB justru sedang mematangkan skenario menghadapi gempa dan tsunami.
BPBD NTB menggelar Tactical Floor Game pada hari yang sama untuk menyatukan jalur komunikasi, evakuasi, mobilisasi personel, dan penanganan keadaan darurat selama MotoGP. Sebanyak 541 personel sebelumnya telah disiapkan dari berbagai unsur, termasuk BPBD, BMKG, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan.
Dalam skenario kontingensi, gempa berkekuatan lebih dari 6,0 yang berpotensi tsunami dapat memicu sistem peringatan dini dan evakuasi penonton ke titik yang telah ditentukan.
Baca juga:Â Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Puluhan Rumah Warga Terdampak
MotoGP Mandalika tahun ini juga membawa persaingan panas. Jorge Martin datang sebagai pemimpin klasemen dengan keunggulan hanya dua poin atas Marc Marquez setelah balapan Jepang.
Gempa M5,2 sejauh ini tidak mengubah agenda. Mandalika tetap bersiap menyambut para pembalap dan penonton.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.












