News  

Gempa M7,4 Guncang Kolombia, Sedikitnya 111 Orang Tewas dan Puluhan Bangunan Runtuh

Milenianews.com, Jakarta – Pagi yang biasanya punya urusan sederhana seperti alarm berbunyi, kopi dibuat, lalu manusia pura-pura siap menghadapi hari. Namun, Kolombia mendapat pengingat bahwa bumi tidak pernah ikut rapat perencanaan. Senin (10/8), tanah tiba-tiba berguncang dengan kekuatan magnitudo 7,4, dan dalam sekejap rutinitas berubah menjadi kepanikan, sementara bangunan yang selama ini dianggap kokoh mendadak membuktikan bahwa keyakinan manusia ternyata bisa runtuh lebih cepat daripada beton.

Sedikitnya 111 orang dilaporkan meninggal dunia setelah gempa mengguncang wilayah pesisir Choco pada pukul 07.34 waktu setempat. Puluhan bangunan runtuh dan tim penyelamat dikerahkan untuk mencari korban yang kemungkinan masih terjebak di bawah reruntuhan.

Gempa berpusat di kedalaman sekitar 100 kilometer di wilayah San Jose del Palmar. Korban jiwa dilaporkan berasal dari sejumlah wilayah, termasuk sedikitnya 40 orang di Risaralda dan 27 orang di Valle del Cauca.

Baca juga: Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang

Bangunan Runtuh, Warga Berhamburan

Di Manizales, menara katedral yang menjadi salah satu ikon kota dilaporkan runtuh. Kerusakan juga terjadi di berbagai bangunan lain, sementara lalu lintas sempat lumpuh.

Warga memilih bertahan di luar rumah karena khawatir gempa susulan. Di Cali, sedikitnya 20 bangunan dilaporkan runtuh dan sejumlah orang diduga masih terjebak.

Quibdo, ibu kota Choco, juga mengalami kerusakan parah. Namun, jumlah korban di wilayah tersebut belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung.

Getaran gempa turut dirasakan di Ekuador, Panama, dan Venezuela. Di Bogota, warga berhamburan keluar dari gedung, sebagian bahkan masih mengenakan pakaian tidur.

Seolah-olah gempa tidak cukup membuat panik, sejumlah aktivitas publik ikut berhenti. Enam bandara kecil di wilayah barat Kolombia ditutup sementara, sementara pertandingan sepak bola yang dijadwalkan berlangsung juga ditunda.

Pemerintah Bergerak, Bantuan Berdatangan

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella langsung menuju Bogota untuk memimpin rapat darurat. Pemerintah mengerahkan tim tanggap bencana untuk menangani korban dan melakukan pencarian di lokasi terdampak.

Dukungan juga datang dari sejumlah negara. Amerika Serikat menyatakan siap memberikan bantuan, sementara Meksiko, dan Ekuador turut menawarkan dukungan kepada Kolombia.

Baca juga: Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto Jepang, AEON Mall Ambruk dan Puluhan Orang Masih Dicari

Namun, di balik pernyataan diplomatik dan rapat darurat, pekerjaan paling berat tetap berada di lapangan: mencari mereka yang belum ditemukan, merawat korban luka, dan memastikan warga yang kehilangan tempat tinggal tidak dibiarkan menghadapi bencana seorang diri.

Gempa M7,4 tersebut kembali mengingatkan bahwa ketika bumi bergerak, manusia tidak punya tombol pause. Yang tersisa hanyalah kesiapsiagaan, kecepatan pertolongan, dan harapan agar korban yang masih dicari dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *