News  

Mahasiswa ITB Meninggal Dunia setelah 7 Hari tak Tidur Kebut Skripsi

7 hari non-stop kerjakan skripsi tak tidur

Milenianews.com, Jakarta – Menyusun laporan skripsi menjadi kewajiban mahasiswa tingkat akhir sebagai syarat kelulusan mereka. Dalam penulisannya, banyak kisah-kisah yang dialami dan bahkan menjadi momen yang mahal bagi mereka.

Seorang mahasiswa Intitut Teknologi Bandung (ITB) meninggal dunia setelah mengerjakan skripsi selama 7 hari non-stop tak tidur. Informasi tersebut tersebar di twitter dari akun @jechriwa yang menuliskan utasan ceritanya sendiri, sebelum ia meninggal.

Baca Juga : Sri Hadianti Berikan Tips-nya yang Berhasil menjadi Wisudawan Terbaik S2 Universitas Nusa Mandiri

Diperiksa Beberapa kali dengan Diagnosa Berbeda

Mahasiswa yang bernama Jehuda Christ Wahyu itu, menuliskan utasan yang diberi judul “Anemia of chronic disease, skripsi, dan wisuda ITB”. 

Dalam utas tersebut, ia menyebut mengerjakan skripsi 7 hari non-stop tak tidur. Sampai waktu sidang tiba, ia pun dinyatakan lulus, namun kebahagiaannya berkurang, karena makan tak merasa enak dan nafsunya berkurang hanya sekali sehari.

Trus kebahagiaan gue berkurang karna ketika makan setelah sidang, kok rasa makanan nya ga enak. Yauda terus gue ga apa apain. Sambil urus yudisium, nafsu makan gue terus berkurang. Gue makan sehari sekali kali,” tulis Jehuda di akun Twitternya.

Jehuda pun menulis, ia langsung memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Beberapa diagnosa pun didapatkannya mulai dari tipes, darah rendah, infeksi kronis sampai diduga sakit ginjal.

Tak hanya sekali ia diperiksa, namun hasilnya selalu berbeda-beda, bahkan sampai ada yang mengira sakit paru-paru (TBC), DBD sampai Anemia.

Baca Juga : Mengharukan, Tanpa kenakan Baju Toga, Ayah Gantikan Wisuda Putranya yang Meninggal

Mengidap Thalassemia

Meski Jehuda sempat mengikuti seremoni wisuda, namun semua harus dibayar mahal karena kesehatannya yang tak kunjung balik. Terakhir Jehuda dinyatakan mengidap Thalassemia karena selalu memasakan diri setelah merasa baikan dari sakitnya.

Membuat laporan Skripsi atau Tugas Akhir termasuk hal yang membuat mahasiswa malas. Meski demikian, penyusunan laporan skripsi tak juga harus dikejar waktu kalau manajemen waktu nya maksimal. Lebih lagi, hal yang sangat penting adalah untuk selalu menjaga kesehatan, jangan teralu memaksakan.

Cerita yang dibagikan Jehuda mengingatkan bahwa harus selalu menjaga kesehatan dalam kondisi apapun. Pintar lah mengatr waktu dan dahulukan hal-hal yang menjadi prioritas. (Ikok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *