News  

Keluarnya Pepsi dan Dampak Menurunnya Penjualan Minuman Berkarbonasi di Indonesia

Pepsi Hengkang dari Indonesia

Milenianews.com, Jakarta – Minuman berkarbonasi Pepsi, tak akan diproduksi lagi di Indonesia per 10 Oktober 2019. Hal tersebut sontak membuat para penikmat Pepsi terkejut.

Produk minuman asal Amerika Serikat itu tak bisa lagi dinikmati di Indonesia mulai bulan ini. 

Pepsi di Indonesia, hadir atas kerjasama antara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan PepsiCo AS. Dengan mendirikan pabrik Pepsi di Purwakarta, Jawa Barat pada 1995 silam.

Baca Juga : 2021 Iklan Pepsi Akan Tayang Di Langit

Alasan Berhenti Kerjasama

Sejak kemunculannya di pasaran setahun berselang pada 1996, Pepsi tak hanya memproduksi satu minuman saja. Namun juga beberapa jenis lainnya.

Produk tersebut diantaranya, Pepsi Regular, Pepsi Blue, Pepsi Twist, Pepsi Cola, Mirinda Strawberry, Mirinda Root Berry, 7-UP Emerald, 7-UP Revive, A&W Root Bear, Tekita, dan Canada Dry.

Seiring berjalannya waktu, Indofood CBP Sukses Makmur mengakuisisi PT Pepsi-Cola Indobeverages (PCIB) pada 2013 lalu. Akuisisi itu dilakukan oleh anak usahanya bernama PT Indofood Asahi Sukses Baverage (IASB) dan PT Asahi Indofood Baverage Makmur (AIBM).

Pada tahun ini, Indofood Group sepakat mengakhiri kontrak kerjasama mereka dengan PepsiCo. Perusahaan tak akan lagi memproduksi minuman Pepsi.

“AIBM dan PepsiCo sepakat mengakhiri kontrak kerjasama produksi Pepsi,” kata Head and Sales Marketing PepsiCo Indonesia, Andina Mutya, dikutip CNNIndonesia, Selasa (08/10).

Meski demikian, alasan berhentinya kontrak kerja sama tersebut tak dijelaskan. 

Penurunan tak Terjadi pada Skala Nasional

Sementara, menurut Ketua Asosiasi Gabungan Pengusahan Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman menyebut bahwa penjualan minuman berkarbonasi atau bersoda turun setiap tahunnya.

“Pengusaha di sektor itu harus terus gigit jari karena pertumbuhan penjualannya negatif,” katanya.

Penjualan minuman berkarbonasi menurut Adhi, terurun sampai 1 sampai 2 persen per tahunnya. Namun tetap, Adhi belum melakukan kajian secara pasti terkait turunnya angka penjualan tersebut.

Baca Juga : Generasi X-Box Berikutnya Akan Mengungguli PlayStation5

Ia berspekulasi, penurunan tersebut terjadi karena banyaknya varian pilihan minuman berkarbonasi yang ditawarkan pada masyarakat. 

“Bisa jadi konsumen beralih, varian minuman banyak. Ada rasa buah, cokelat, kopi, dan lain-lain,” ucap Adhi.

Meski menurun, namun secara nasional masih mengalami peningkatan pada Kuartal III 2019. “Kalau nasional masih meningkat, mungkin 8 persen kuartal III 2019. Kurang lebih sama seperti tahun lalu,” jelas Adhi. (Ikok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *