Milenianews.com, Malang— Upaya menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat terus dilakukan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur. Pada 25 September 2026, BMH meresmikan sumur bor ke-301 di Yayasan Nurul Hasan, Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.
Sebelum adanya sumur bor, kebutuhan air di lingkungan pesantren mengandalkan sumur gali dengan debit yang sangat kecil. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air belum mampu memenuhi kebutuhan para santri dan aktivitas pesantren secara optimal.

Pengasuh Yayasan Nurul Hasan, Gus Zain, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya sumur bor tersebut. “Alhamdulillah, sumur bor ini sangat membantu kebutuhan air di pesantren. Terima kasih kepada BMH dan para donatur yang telah menghadirkan manfaat ini,” ungkap Gus Zain.
Kebahagiaan juga dirasakan para santri. Irfan, salah satu santri, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
Baca Juga : BMH Resmikan Sumur Bor Ke-302, Hadirkan Air Bersih untuk Santri Sumenep
Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, mengatakan bahwa sumur bor ke-301 menjadi bagian dari ikhtiar BMH untuk menghadirkan solusi air bersih yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, sumur bor ke-301 ini hadir untuk membantu kebutuhan air di Yayasan Nurul Hasan. Semoga air yang mengalir memberikan manfaat bagi santri dan masyarakat serta menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ujar Imam Muslim.

Hadirnya sumur bor membantu meningkatkan ketersediaan air bersih bagi santri dan lingkungan pesantren. Air dapat dimanfaatkan untuk wudhu, mandi, kebersihan, serta kebutuhan sehari-hari, sehingga aktivitas pendidikan dan ibadah dapat berjalan dengan lebih nyaman.
Program ini sekaligus menjadi langkah nyata BMH dalam membantu wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air dan menghadirkan akses air bersih yang lebih berkelanjutan.













