Milenianews.com, Ponorogo— Sebuah capaian penting ditorehkan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur melalui program penyediaan akses air bersih. Pada 26 September 2026, BMH meresmikan sumur bor ke-300 di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Roudhotul Hasan, Desa Polorejo, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.
Sumur bor ke-300 ini terwujud berkat amanah ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) para donatur BMH yang turut mendukung keberlanjutan program air bersih di berbagai wilayah Jawa Timur.

Sebelum adanya sumur bor, para santri mengandalkan sumur gali untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Namun, tingginya kebutuhan air karena jumlah santri membuat debit sumur gali tidak lagi mencukupi.
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Roudhotul Hasan, K.H. Dimyati, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya sumur bor tersebut. “Alhamdulillah, sumur bor ini sangat membantu kebutuhan air di pesantren. Semoga manfaatnya terus dirasakan para santri dan menjadi amal jariyah bagi para donatur BMH,” ungkap K.H. Dimyati.
Baca Juga : BMH Resmikan Sumur Bor Ke-297 dan Salurkan Beras untuk Dhuafa
Kebahagiaan juga dirasakan para santri. Alfian, salah satu santri, menyampaikan, “Terima kasih kepada Kakak-kakak BMH dan para donatur. Alhamdulillah sekarang kami lebih mudah mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.”
Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, mengatakan bahwa capaian sumur bor ke-300 merupakan hasil dari kepercayaan dan dukungan para donatur melalui ZISWAF.

“Alhamdulillah, sumur bor ke-300 ini menjadi capaian bersama. Terima kasih kepada para donatur yang telah menitipkan amanah ZISWAF melalui BMH. Semoga setiap tetes air yang mengalir menjadi amal jariyah yang terus memberikan manfaat,” ujar Imam Muslim.
Baca Juga : Atasi Kekeringan, BMH Resmikan Sumur Bor ke-298 di Kediri
Hadirnya sumur bor ke-300 membantu memenuhi kebutuhan air para santri dan pesantren secara lebih optimal, mulai dari kebutuhan wudhu, mandi, kebersihan, hingga aktivitas sehari-hari. Program ini juga mengurangi ketergantungan pesantren pada sumur gali yang sebelumnya tidak mampu mencukupi kebutuhan air.
Capaian ini menjadi bukti bahwa ZISWAF para donatur dapat diubah menjadi manfaat nyata dan berkelanjutan, menghadirkan air bersih sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas pendidikan para santri.













