Milenianews.com, Tuban— Ikhtiar menghadirkan akses air bersih terus dilakukan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur. Pada 30 September 2026, BMH meresmikan sumur bor ke-299 di Yayasan Pondok Pesantren Al Fatah, Desa Suciharjo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban.
Pembangunan sumur bor ini menjadi bagian dari upaya BMH dalam membantu pesantren dan masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber air, sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi kondisi kekeringan.
Baca Juga : BMH Resmikan Sumur Bor Ke-296 untuk Masjid dan Sekolah di Malang
Pengasuh Pondok Pesantren Al Fatah, Ustadz Musyafa’, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya sumur bor tersebut. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan sumur bor dari BMH. Air ini sangat berarti bagi kebutuhan santri dan pesantren. Semoga menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ungkapnya.

Kebahagiaan juga dirasakan para santri. Abdullah, salah satu santri, menyampaikan rasa terima kasihnya, “Terima kasih, Kakak-kakak BMH dan para donatur. Semoga kebaikannya dibalas Allah,” ujarnya.
Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, mengatakan bahwa sumur bor ke-299 menjadi bagian dari komitmen BMH untuk menghadirkan akses air bersih di wilayah yang membutuhkan.
Baca Juga : Sumur Bor ke-300 BMH Hadir di Ponorogo, ZISWAF Donatur Alirkan Manfaat
“Alhamdulillah, sumur bor ke-299 telah terealisasi di Tuban. Semoga air yang mengalir ini memberikan manfaat bagi santri dan masyarakat serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para donatur,” ujar Imam Muslim.
Hadirnya sumur bor membantu memenuhi kebutuhan air bersih santri dan pesantren untuk ibadah, kebersihan, serta aktivitas sehari-hari. Selain menjadi solusi atas keterbatasan air, program ini diharapkan dapat membantu pesantren memiliki akses air yang lebih mandiri dan berkelanjutan di tengah ancaman kekeringan.













