Milenianews.com, Malang— BMH Jawa Timur kembali merealisasikan program wakaf air bersih dengan meresmikan sumur bor ke-269 di Jawa Timur yang berlokasi di Yayasan Ahbabul Falah, Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Rabu (10/6/2026).
Program ini memberikan manfaat bagi sekitar 420 penerima manfaat yang terdiri dari santri, pengurus pesantren, dan masyarakat sekitar yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Sebelum hadirnya sumur bor, para santri putra harus memenuhi kebutuhan air sehari-hari dengan mandi di sungai atau mengambil air dari sumber milik warga. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama saat musim kemarau dan ketika aktivitas pesantren sedang padat.


Peresmian sumur bor disambut penuh rasa syukur oleh keluarga besar Yayasan Ahbabul Falah. Kehadiran sumber air bersih ini diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar, ibadah, dan kebutuhan sehari-hari para santri dengan lebih baik.
Kyai Muhammad Fadhil selaku pengasuh Yayasan Ahbabul Falah menyampaikan terima kasih kepada BMH dan para donatur yang telah membantu mewujudkan fasilitas air bersih bagi pesantren.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hadirnya sumur bor ini. Selama ini para santri harus mengambil air dari luar lingkungan pesantren. Dengan adanya sumur bor, kebutuhan air menjadi lebih mudah, nyaman, dan mencukupi. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para donatur,” ujarnya.
Baca Juga : Bahagia Santri Mengalir Bersama Hadirnya Sumur Bor Ke-266 BMH
Imam Solihin, salah satu santri penerima manfaat, juga mengungkapkan kebahagiaannya. Menurutnya, kehadiran sumur bor membuat para santri tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, sekarang kami bisa lebih mudah mendapatkan air untuk mandi, mencuci, dan berwudhu. Kami sangat senang dan bersyukur atas bantuan ini,” tuturnya.


Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, menyampaikan bahwa program sumur bor merupakan salah satu program strategis BMH dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat dan pesantren.
“Alhamdulillah, peresmian sumur bor ke-269 ini menjadi bukti nyata kepedulian para donatur dalam menghadirkan akses air bersih bagi pesantren dan masyarakat. Dampak program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan air sehari-hari, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan, kebersihan lingkungan, kenyamanan beribadah, serta mendukung proses pendidikan para santri secara berkelanjutan,” ujarnya.
BMH Jawa Timur terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program wakaf sumur bor agar semakin banyak pesantren dan daerah yang mengalami kesulitan air bersih dapat merasakan manfaat dari hadirnya sumber kehidupan yang berkelanjutan.














