Milenianews.com, Jakarta – Sekolah biasanya mengajarkan cara membaca, berhitung, dan mengejar cita-cita. Namun di Nonthaburi, Thailand, sebuah sekolah justru dipaksa mengajarkan pelajaran yang seharusnya tidak pernah ada di buku siswa bagaimana mencari tempat berlindung ketika suara letusan terdengar. Ironisnya, kita sering baru mempertanyakan keamanan setelah tragedi terjadi.
Seorang remaja berusia 14 tahun diduga melakukan rangkaian penembakan di Provinsi Nonthaburi, Thailand, Jumat (7/8). Delapan orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka. Pelaku kemudian meninggal setelah mengalami luka tembak yang dilakukan terhadap dirinya sendiri.
Baca juga:Â Thailand vs Kamboja: Konflik Perbatasan Memanas dengan Serangan Udara
Berawal dari Rumah, Berakhir di Sekolah
Menurut keterangan kepolisian, rangkaian kejadian diduga bermula di rumah pelaku. Kakek dan neneknya ditemukan meninggal akibat luka tembak. Senjata yang digunakan diketahui merupakan milik sang kakek dan terdaftar secara legal.
Pelaku kemudian pergi ke Debsirin Nonthaburi School. Penembakan terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat ketika kegiatan belajar berlangsung.
Kepanikan segera menyebar. Sejumlah siswa mencari tempat berlindung dan guru meminta mereka bersembunyi di dalam kelas hingga petugas datang melakukan evakuasi.
Polisi kemudian menemukan pelaku dalam kondisi terluka. Upaya pertolongan dilakukan, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Motif Masih Diselidiki
Pihak berwenang masih menyelidiki alasan di balik serangan tersebut. Pemerintah Thailand menyebut adanya dugaan tekanan yang berkaitan dengan sekolah berdasarkan keterangan seorang teman pelaku, tetapi hal itu belum ditetapkan sebagai motif resmi.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah pelaku, termasuk perangkat komputer.
Senjata Kembali Jadi Sorotan
Tragedi ini kembali membuka perdebatan mengenai kepemilikan dan penggunaan senjata api di Thailand. Pemerintah berencana mengusulkan aturan yang lebih ketat terkait membawa senjata di tempat umum.
Debsirin Nonthaburi School juga menghentikan kegiatan belajar pada 10–14 Agustus dan meminta staf bekerja dari rumah.
Baca juga:Â Dannok: Kota Perbatasan Thailand yang Hidup di Antara Dua Budaya
Pada akhirnya, tragedi ini bukan sekadar angka dalam laporan kepolisian. Delapan nyawa hilang, puluhan orang terluka, dan sebuah sekolah harus menghentikan aktivitasnya karena tempat belajar berubah menjadi lokasi tragedi.
Ketika anak-anak harus belajar bagaimana bersembunyi dari ancaman, mungkin sudah waktunya orang dewasa berhenti bertanya siapa yang salah dan mulai serius bertanya, apa yang selama ini gagal kita cegah?
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













