Al Nassr Akhiri Puasa Gelar, Ronaldo Jadi Bintang Kemenangan atas Damac

Milenianews.com, Jakarta – Di saat banyak pemain seusia 41 tahun mulai sibuk jadi pundit televisi, membuka akademi sepak bola, atau minimal mengeluh lutut bunyi saat naik tangga, Cristiano Ronaldo justru masih sibuk mencetak gol dan mengangkat trofi. Dan bukan trofi sembarangan.

Al Nassr akhirnya resmi mengunci gelar juara Saudi Pro League 2025/2026 setelah menghancurkan Damac dengan skor telak 4-1 di Al-Awwal Park, Riyadh, Jumat (22/5) dini hari WIB. Sebuah malam yang terasa seperti pesta besar bagi publik Riyadh dan mimpi buruk total bagi Damac yang resmi terdegradasi ke kasta kedua.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Hadiri Jamuan Mewah di Gedung Putih Bersama Donald Trump dan Pangeran Saudi

Ronaldo Masih Jadi Mesin Utama

Kalau ada yang masih berpikir Cristiano Ronaldo datang ke Arab Saudi hanya untuk “liburan mahal”, musim ini tampaknya menjadi tamparan cukup keras.

Dua gol yang dicetak Ronaldo dalam laga penentuan itu membuatnya kembali jadi pusat perhatian. Ia bukan sekadar ikon marketing liga atau wajah besar untuk promosi global Saudi Pro League. Ronaldo tetap menjadi pembeda di lapangan sesuatu yang bahkan gagal dilakukan banyak pemain muda dengan otot masih lengkap dan stamina hasil minum whey protein tiap pagi.

Al Nassr sebenarnya sudah unggul lebih dulu lewat sundulan Sadio Mane pada menit ke-34 memanfaatkan sepak pojok Joao Felix. Stadion mulai bergemuruh, tetapi publik Riyadh tahu pesta belum benar-benar lengkap tanpa kontribusi CR7.

Ketika Umur 41 Tahun Masih Bisa Bikin Bek Panik

Gol pertama Ronaldo datang pada menit ke-65 lewat tendangan bebas dari sudut sempit. Bola meluncur deras tanpa mampu diantisipasi kiper Damac. Itu bukan sekadar gol biasa, melainkan pengingat bahwa kualitas tertentu tampaknya memang tidak ikut menua.

Beberapa menit kemudian, Ronaldo menutup pesta lewat gol keduanya setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang. Skor berubah 4-1 dan stadion praktis berubah menjadi festival euforia.

Lucunya, di banyak liga Eropa, pemain umur 41 tahun biasanya sudah dipuji hanya karena “masih fit bermain 20 menit dari bangku cadangan.” Ronaldo? Ia justru jadi penentu juara liga.

Al Nassr Akhiri Penantian Panjang

Gelar ini terasa spesial bagi Al Nassr karena mereka akhirnya mengakhiri puasa trofi liga domestik sejak musim 2018/2019. Penantian panjang yang beberapa musim terakhir terasa makin menyakitkan karena terus dibayangi rival abadi mereka, Al Hilal.

Musim ini persaingan berlangsung ketat hingga pekan terakhir. Al Nassr finis dengan 86 poin, hanya unggul dua angka dari Al Hilal yang terus menempel tanpa memberi ruang bernapas.

Namun pada akhirnya, skuad asuhan Luis Castro berhasil menjaga momentum di saat paling menentukan.

Baca juga: Al Nassr Korbankan Vincent Aboubakar Untuk Cristiano Ronaldo!

Di balik gemerlap pesta juara Al Nassr, ada kisah pahit yang sulit diabaikan.

Damac resmi terdegradasi setelah finis di posisi ke-16 dengan 29 poin. Kekalahan telak dari Al Nassr menjadi penutup tragis musim mereka, apalagi di saat bersamaan Al-Riyadh berhasil menang tipis atas Al-Okhdood dan memastikan diri selamat.

Ironisnya, Damac sempat memberi harapan ketika Morlaye Sylla memperkecil skor lewat penalti menjadi 1-2 pada menit ke-58. Namun harapan itu tidak bertahan lama.

Karena di hadapan mereka berdiri seorang pemain yang tampaknya alergi membiarkan drama berjalan terlalu lama. Cristiano Ronaldo lalu datang, mencetak gol, dan menghancurkan semuanya.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *