Milenianews.com – Dalam dunia kesehatan dan penurunan berat badan, diet antiinflamasi kini semakin populer karena dinilai efektif menurunkan berat badan secara sehat dan berkelanjutan. Selain mengurangi berat badan hingga puluhan kilogram, diet ini juga dipercaya mampu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, jantung, dan kanker.
Berbeda dengan diet ekstrem yang membatasi banyak jenis makanan, diet antiinflamasi berfokus pada konsumsi makanan alami yang membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Menurut para ahli, peradangan kronis yang tidak disadari bisa menjadi penyebab kenaikan berat badan, resistensi insulin, dan metabolisme yang melambat.
Baca juga: Jenis-Jenis Roti Sehat untuk Diet dan Kesehatan
Apa Itu Diet Antiinflamasi?
Diet antiinflamasi adalah pola makan yang dirancang untuk mengurangi peradangan pada tubuh. Melansir dari Healthline, diet ini mendorong konsumsi makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran berdaun hijau, ikan berlemak, biji-bijian utuh, serta rempah alami seperti kunyit dan jahe. Sebaliknya, makanan olahan, gula tambahan, gorengan, dan daging olahan sangat disarankan untuk dihindari.
Peradangan sebenarnya adalah respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi, namun jika berlangsung kronis akibat pola makan tidak sehat, peradangan ini justru merusak jaringan tubuh dan memperlambat metabolisme.
Manfaat Diet Antiinflamasi untuk Penurunan Berat Badan
Melansir dari Cleveland Clinic, diet antiinflamasi membantu memperbaiki metabolisme, mengurangi retensi air, dan meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini mendukung proses pembakaran lemak secara optimal dan mencegah penumpukan lemak visceral (lemak perut) yang berbahaya.
Banyak pelaku diet antiinflamasi melaporkan penurunan berat badan signifikan, bahkan lebih dari 20 kg dalam waktu beberapa bulan, terutama bila dibarengi dengan olahraga teratur dan pola tidur yang baik.
Makanan yang Dianjurkan
Berikut beberapa jenis makanan yang direkomendasikan dalam diet antiinflamasi:
Buah beri (blueberry, strawberry)
Sayuran hijau (bayam, brokoli, kale)
Ikan berlemak (salmon, sarden, makarel)
Minyak zaitun extra virgin
Kacang-kacangan dan biji-bijian
Rempah seperti kunyit, jahe, bawang putih
Melansir dari Harvard Health Publishing, pola makan ini juga meningkatkan kesehatan usus, yang memiliki peran penting dalam sistem kekebalan dan pengaturan berat badan.
Makanan yang Harus Dihindari
Untuk hasil maksimal, berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari:
Gula rafinasi dan minuman manis
Makanan cepat saji dan gorengan
Karbohidrat olahan (roti putih, nasi putih)
Lemak trans dan margarin
Daging merah olahan (sosis, nugget)
Baca juga: Manfaat Diet Portofolio untuk Jaga Kesehatan Jantung
Diet antiinflamasi cocok untuk hampir semua orang, terutama yang memiliki keluhan berat badan berlebih, sindrom metabolik, nyeri sendi, hingga penyakit autoimun. Diet ini bisa menjadi solusi jangka panjang karena tidak bersifat membatasi ekstrem dan tetap memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Namun, disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter sebelum memulai, terutama jika memiliki kondisi medis tertentu.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













