Milenianews.com, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif bersama Philippine Women’s University dan Universitas Harkat Negeri menggelar program International Community Service, Rabu (14/10) lalu. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital. Acara lintas negara ini merupakan bagian dari rangkaian Kongres Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Seluruh Indonesia (AFEBSI).
Mengusung tema transformasi strategi bisnis, program ini menyoroti pentingnya integrasi Artificial Intelligence (AI), digital marketing, dan e-commerce. Kegiatan kali ini difokuskan pada pemberdayaan pengelola usaha lebah madu di Taman Lebah Cibubur, Jakarta. Kolaborasi tersebut dirancang untuk meningkatkan daya saing pasar global bagi para pelaku usaha lokal.
Baca juga: 25 Mahasiswa dan 6 Dosen FDK UIN Ar-Raniry Ikuti KPM-PKM Kolaborasi Internasional di Malaysia
Pakar akademik dari Filipina, Prof. Daniel D. Dasig Jr, hadir memberikan paparan strategis sebagai narasumber utama. Ia menjelaskan bahwa AI, digital marketing, dan e-commerce adalah tiga elemen yang saling melengkapi dalam ekosistem bisnis modern.
“AI mempermudah analisis konsumen, digital marketing memperkuat merek, sementara e-commerce menjamin perluasan distribusi secara massif,” katanya.
Strategi tersebut, dinilai sangat relevan untuk diaplikasikan oleh para pengelola usaha lebah madu di Taman Lebah Cibubur. Produk madu memiliki peluang besar untuk berkembang melalui identitas merek yang kuat dan konten promosi yang menarik. Dengan pendekatan pemasaran berbasis digital, pelaku usaha diharapkan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen UBSI, Dr. Eka Dyah Setyaningsih, S.E., M.M, turut hadir mewakili institusinya dalam mendorong praktik kewirausahaan yang adaptif.
“Partisipasi ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendekatkan teori manajemen dengan tantangan bisnis di lapangan. Melalui penguasaan teknologi seperti AI dan e-commerce, kami berharap pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga siap bersaing di pasar global,” kata Dr. Eka.
Sinergi melalui pengabdian masyarakat internasional ini diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik antarnegara. Ia berharap, kolaborasi ini diproyeksikan terus melahirkan program berdampak nyata bagi pemberdayaan UMKM.
“Perguruan tinggi kini tidak sekadar menjadi pusat keilmuan, tetapi juga dituntut memberikan solusi langsung atas dinamika dunia usaha,” tegasnya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













