Milenianews.com, Dili— Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan, dan Guru Besar Kelautan dan Perikanan IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS, melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian serta Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup Timor-Leste, H.E. Francisco Kalbuadi Lay, di Kantor Wakil Perdana Menteri, Dili, Timor Timur, Senin (5/10/2026).
Pertemuan Prof. Rokhmin Dahuri bersama rombongan dengan Francisco Kalbuadi Lay berlangsung hangat dan produktif selama lebih dari satu jam. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak membahas potensi, tantangan, dan arah strategis pembangunan kelautan dan perikanan Timor-Leste.
Prof. Rokhmin yang juga Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) menyoroti kondisi, potensi, tantangan, serta arah pengembangan sektor kelautan dan perikanan Timor-Leste. Menurutnya, Potensi Timor-Leste untuk menjadi kekuatan Ekonomi Biru di kawasan sangat besar.
Ia memaparkan, Timor-Leste memiliki modal alam yang luar biasa. Timor Leste mempunyai pantai sepanjang lebih dari 700 km, berada di jantung Segitiga Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle), serta memiliki kekayaan biodiversitas laut yang termasuk tertinggi di dunia.
“Namun, potret di lapangan menunjukkan masih ada kesenjangan. Produktivitas nelayan masih rendah karena armada dan alat tangkap tradisional, budidaya laut belum berkembang, infrastruktur rantai dingin (cold chain) terbatas, dan ekowisata bahari belum dikelola secara profesional dan berkelanjutan,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan RI 2001 – 2004 tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Wakil PM Timor Leste Francisco Kalbuadi Lay menyampaikan harapan agar Indonesia dapat berbagi pengalaman dan best practices dalam tata kelola sektor kelautan dan perikanan dengan tetap memperhatikan aspek pelestarian.
Sebagai langkah konkret, Prof. Rokhmin Dahuri dijadwalkan akan melakukan kunjungan lapangan ke Pulau Atauro pada Selasa, 6 Oktober 2026. Pulau yang terletak 25 km di utara Dili ini dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki ekosistem terumbu karang yang masih sangat terjaga dan menjadi model ekowisata berbasis masyarakat.
“Besok kami akan ke Atauro untuk melihat langsung kondisi lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat pesisir. Hasil observasi lapangan ini diharapkan dapat menjadi basis untuk menyusun roadmap pengembangan kelautan dan perikanan Timor-Leste yang sesuai dengan kondisi dan potensi lokal,” kata Prof. Rokhmin.
Perkuat Kerja Sama di Sektor Kelautan dan Perikanan
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut langsung dari kunjungan bersejarah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri ke ibukota Timor Leste, Dili, dan bertemu langsung dengan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta maupun masyarakat di sana, Juli 2026 silam. Pertemuan tersebut menyepakati komitmen untuk memperkuat kerja sama di sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar pembangunan Timor-Leste.

Megawati kemudian menugaskan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan, Prof. Rokhmin Dahuri untuk melakukan pertemuan resmi dengan Wakil PM Timor Leste, Francisco Kalbuadi Lay. “Penugasan ini merupakan wujud dari politik luar negeri yang berlandaskan pada semangat gotong royong dan solidaritas antarbangsa. Ibu Mega berpesan bahwa Indonesia dan Timor-Leste adalah tetangga serumpun yang harus saling menguatkan. PDI Perjuangan hadir untuk memberikan kontribusi pemikiran dan pengalaman dalam membangun kedaulatan pangan dan Ekonomi Biru,” kata Prof. Rokhmin.
Sementara itu, dalam postingan di laman Facebook-nya, Kalbuadi Lay mengungkapkan, pihaknya menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Partai DPP-PDIP di Kantor Wakil Perdana Menteri, Farol, Dili, Senin, 5 Oktober 2026.
Delegasi DPP PDI ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, dan didampingi oleh Prof. Dr. Sugeng Harishusodo, spesialis di bidang perikanan; Dr. Izral Efendi, spesialis akuakultur; Bela Safira Rahman, spesialis industri pengolahan perikanan; Dr. Cipto Adji Gunawan; dan Hanjaya Setiawan.
“Dalam pertemuan ini, delegasi juga menyampaikan minat untuk memperkuat hubungan orang-ke-orang antara komunitas dan institusi di kedua negara, serta mengidentifikasi peluang kerja sama yang bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Perhatian khusus diberikan pada potensi ekonomi dan maritim di Pulau Atauro, termasuk sektor perikanan, akuakultur, industri pengolahan ikan, dan peluang pengembangan ekonomi maritim,” kata Kalbuadi Lay.
Pihaknya menghargai minat dan inisiatif dari delegasi Indonesia untuk terus memperkuat hubungan dan kerja sama antara Timor-Leste dan Indonesia, terutama di bidang-bidang yang bisa berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan ini memperkuat komitmen bersama Timor-Leste dan Indonesia untuk terus mencari peluang kerja sama yang didasarkan pada kepentingan dan manfaat bersama, dengan memperhatikan potensi ekonomi, perikanan, maritim, dan hubungan antarmanusia.













