News  

Pesan QS. Al-Qashash Ayat 77, Prof. Rokhmin Dahuri: Jangan Biarkan Dunia Terlalu Berat hingga Akhirat Terangkat dari Hati

Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS. (Foto: Istimewa)

Milenianews.com, Qingdao— Anggota Dewan Pakar ICMI Pusat  dan  Anggota Dewan Pakar MN-KAHMI  yang juga Guru Besar Kelautan dan Perikanan IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS mengupas makna penting Q.S.  Al-Qashash (surat ke-28) ayat 77 yang artinya:

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganpah kamu lupakan bagianmu di dunia, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang berbuat kerusakan.”

Ia menjelaskan bahwa kehidupan dunia dan akhirat di dalam hati manusia ibarat dua sisi timbangan (neraca) yang selalu bergerak mencari keseimbangan. Ketika salah satunya menjadi terlalu berat, sisi yang lain perlahan akan terangkat dan kehilangan bobotnya.

Begitulah hati manusia diciptakan:  ia memiliki ruang yang terbatas, sehingga apa yang paling banyak mengisinya akan menentukan ke mana arah langkah dan pandangannya.

“Tidaklah salah kita mencintai dunia. Karena dunia adalah tempat kita sekarang hidup, berinteraksi dengan sesama insan, bekerja, berkarya, menafkahi keluarga, dan menebar manfaat. Yang menjadi persoalan adalah ketika dunia tidak lagi berada di tangan, melainkan mengambil alih seluruh isi hati,” kata Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS. dari Qingdao, China, Sabtu (19/9/2026).

Ia mencontohkan:

  • Saat harta menjadi ukuran kemuliaan.
  • Saat jabatan menjadi sumber kebanggaan.
  • Saat pujian manusia lebih dicari daripada ridha Allah.

“Pada saat itulah timbangan mulai condong ke satu sisi. Dunia yang berada di tangan akan menjadi alat untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar,  tetapi dunia yang berada di hati akan menjadi penghalang untuk kita mengerjakan amal saleh,” tegas Prof. Rokhmin yang juga Ketua Umum MAI (Masyarakat Akuakultur Indonesia)

Sebaliknya, kata Prof. Rokhmin, ketika akhirat menjadi tujuan utama, dunia tidak serta-merta ditinggalkan. Justru dunia ditempatkan pada posisi yang semestinya:

  • Ia menjadi ladang amal.
  • Menjadi jalan untuk berbuat baik.Menjadi sarana mengumpulkan bekal menuju kehidupan yang kekal di akhirat kelak.

“Orang yang mengejar akhirat bukan berarti membenci dunia, melainkan memahami bahwa dunia hanyalah persinggahan, sedangkan akhirat adalah tujuan perjalanan,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR RI itu menambahkan, betapa banyak manusia yang sibuk mempercantik kehidupan yang hanya sementara, tetapi lupa mempersiapkan kehidupan yang abadi.

  • Padahal umur terus berkurang seperti pasir yang jatuh dari genggaman.
  • Hari-hari yang berlalu tidak pernah kembali.
  • Dan setiap detik yang pergi sejatinya sedang mendekatkan seseorang kepada perjumpaan dengan Allah.

“Karena itu, jagalah keseimbangan timbangan hati. Bekerjalah seprofesional dan sebaik mungkin, seakan hidup masih panjang. Namun beribadahlah seakan esok adalah hari terakhir. Raihlah dunia secukupnya, tetapi jangan sampai kehilangan akhirat karenanya,” kata Prof. Rokhmin yang juga Member of International Scientific Advisory Board of Center for Coastal and Ocean Development, University of Bremen, Germany.

Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu menambahkan, “Nikmatilah karunia Allah, namun jangan sampai terlena oleh gemerlapnya. Sebab pada akhirnya, bukan banyaknya harta yang akan menyelamatkan manusia. Bukan pula tingginya jabatan atau banyaknya pujian.”

Ia menegaskan,  yang akan menjadi cahaya dalam perjalanan panjang menuju akhirat adalah iman, amal saleh, dan hati yang selalu terhubung kepada Allah. Kehidupan dunia dan akhirat memang seperti dua sisi timbangan. Maka bijaksanalah menempatkan keduanya.

“Jangan biarkan dunia terlalu berat hingga akhirat terangkat dari hati, tetapi jadikan akhirat sebagai penuntun agar dunia tetap berada pada tempat yang semestinya,”  tegas Prof. Rokhmin Dahuri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *