News  

Kamu Jangan Pernah Ragu

Hadi Suroso. (Foto: Istimewa)

Puisi karya Hadi Suroso

Masih tentangmu. Yang semula tak pernah terpikirkan olehku kini memenuhi setiap jengkal ruang di hati. Entah hikmah apa yang ingin semesta sampaikan. Nyatanya kini aku terkulai di pusaran rasa yang tak bisa berpaling darimu. Semula aku tak pernah meminta ini. Aku juga tak pernah merangkai do’a agar ini terjadi. Kamu tiba-tiba hadir, lalu perlahan memantik nadiku kembali mendesir.

Dipertemukan denganmu di sebuah kebetulan kala itu, adalah Ikhwal dari perjalanan kisah yang tersimpan indah di sudut ingatan. Masih begitu lekat… saat kita sama-sama saling asing, lalu mengalir saling menyelami seperti apa kita masing-masing. Diam-diam kitapun mulai saling membuka diri. Perlahan ada nyaman tumbuh di setiap percakapan. Ada tenang lahir di setiap kebersamaan. Kamu menjelma rindu saat jarak memisahkan.

Hari berganti, waktu terus bergulir. Kitapun semakin dekat, semakin rekat. Dan adamu di sisiku adalah anugerah atas setangkup harapan yang telah menjadi mimpiku _ lalu di-aamiin-kan di setiap do’a-do’a yang aku dawamkan. Seiring gemuruh dadaku yang terus membuncah memanggil namamu. Semoga kamu memang diciptakan untuk menjadi takdirku.

Namun…

Ketika hati kita mulai menyatu, saat langkah mulai menuju ke satu arah tujuan, sebuah keresahan menyelinap mengusik pikiran

Ada jurang pemisah yang membentang di depan kita. Ada celah keraguan yang dapat menyurutkan kebulatan tekad. Kita terpaut beda yang terlalu jauh.

Kita lahir dari jaman yang berbeda. Kita datang dari latar yang tak sama. Lalu semesta mempertemukan hingga kita sampai di titik ini. Adakah kita memiliki cukup keberanian untuk terus saling memperjuangkan hingga mencapai titik akhir tujuan ?  Atau kita malah dihantui berbagai ketakutan dan menyerah pasrah pada keadaan ?

Mungkin ini pilihan yang tak mudah. Terlalu banyak pertanyaan yang perlu dijawab. Terlalu banyak hal yang butuh dijelaskan. Terlalu banyak soal yang akan kita hadapi. Tapi perlu kita sadari…., cinta tidak butuh penjelasan, dan cinta memang tidak lepas dari pengorbanan.

Jadi aku percaya…, jika hati kita saling kuat menggenggam, maka tak ada yang tidak dapat kita lalui. Meski dunia mungkin tidak menghendaki, meski dunia mungkin akan membenci, atau bahkan menghakimi. Kita tidak usah peduli.

Mungkin benar…,  kita dapat memilih dengan siapa kita akan hidup bersama, namun kita tidak dapat memilih dengan siapa kita akan jatuh cinta.

Dan hanya denganmu aku benar-benar jatuh cinta, dan hanya denganmu aku ingin hidup menghabiskan sisa waktu yang ada.

Jadi kamu jangan pernah ragu.

Bogor, 05092026

Hd’s

Profil Penulis:

Hadi Suroso. Biasa dipanggil Mr/Mas Bob. Aktivitas keseharian, mengajar Math Cambridge di sekolah Bosowa Bina Insani Bogor, guru Bimbel dan juga guru privat SD sampai SMA untuk persiapan masuk PTN. Mulai menyukai menulis sejak satu tahun terakhir, khususnya Puisi dan Refleksi kehidupan sebagai percikan hikmah. Menulis bisa kapan saja, biasanya saat muncul gagasan dan keinginan untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Menulis merupakan bagian dari  mengasah jiwa dan menggali hikmah.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *