Milenianews.com, Bogor– Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik bagi seluruh umat manusia. Meneladani akhlak mulia beliau merupakan fondasi utama untuk membangun Generasi Rabbani, yaitu generasi yang memiliki kedekatan kuat dengan Allah SWT, berilmu luas, dan berakhlak mulia di tengah masyarakat.
Sekolah Bosowa Bina Insani Unit SD menggelar kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW) dengan tema “Mengenal Nabi, Meneladani Akhlaknya: Langkah Kecil Menjadi Generasi Rabbani”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Sekolah Bosowa Bina Insani, Bogor, Jumat (28/8/2026), dan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Acara untuk siswa kelas 1, 2 dan 3 diadakan di lantai 1 masjid. Sedangkan acara untuk siswa kelas 4, 5 dan 6 diselenggarakan di lantai 2 masjid.
Kegiatan Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW) untuk siswa kelas 1, 2 dan 3 diisi dengan tausiyah guru SD Bosowa Bina Insani, Dr. M. Sudrajat. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD Bosowa Bina Insani itu membuka tausiyahnya dengan membacakan pantun:
Daun salam daun saga
Siapa yang jawab salam in sya Allah masuk surga
Daun salam daun keramat
Siapa yang jawab salam akan selamat.
Ia lalu mengucapkan salam dan dijawab dengan semangat oleh audiens.
Setelah mengucapkan kalimat pembuka (muqadimah) lalu audiens disapa dengan sebuah lagu:
Siapa yang pagi ini sudah mandi
(prok prok prok)
Ada yang menjawab dengan lisan, ada yang mengangkat tangan
Lalu diberitahu kepada audiens agar menjawabnya dengan penuh semangat. Kemudian lagu diulang dan ditambahkan:
Siapa yang mandinya dengan sabun cuci
Sebagian audiens bilang : “saya…” dan ada juga yang mengangkat tangan.
Dr. M. Sudrajat terkejut, “Kok ada yang mandi pakai sabun cuci?” ujarnya seraya tertawa.
Selanjutnya, Dr. Sudrajat bertanya jawab seputar Nabi Muhammad SAW, tempat lahir dan keluarganya.
Antusiasme sebagian audiens mulai dirasakan mendengar untaian syair yang dibawakan oleh Dr. Sudrajat:
Nabiku … (Nabi Muhammad)
Tempat lahirnya … (di kota Mekah)
Ibunya … (Siti Aminah)
Ayahandanya … (Sayyid Abdullah)
Kemudian syair tebak-tebakan pun diganti. Kali ini audiens diminta menjawab dengan jawaban “status keluarga”, seperti: ayah, ibu, kakek, paman, istri dan sebagainya.
Dr. Sudrajat bersyair:
Abdullah …? (Ayahandanya)
Aminah …? (Ibundanya)
Abdu Muthalib … (Kakeknya)
Abu Thalib … (Pamannya), dan seterusnya.
Bagi yang benar memberi jawaban diberikan hadiah yang disiapkan oleh panitia.
Materi pun dilanjutkan dengan mengisahkan masa kecil Nabi Muhammad SAW yang sudah ditinggal ayah saat masih di kandungan ibunya. Pada saat berusia enam tahun, Nabi Muhammad diajak berziarah ke makam ayahnya di Madinah. Sepulang berziarah, ibunya sakit sampai akhirnya meninggal dunia di Abwa dan dimakamkan di sana.
Baca Juga : Sekolah Bosowa Bina Insani Unit SD Gelar Penguatan Pendidikan Karakter (Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW)
Karakter yang telah nampak dari masa kecil Nabi Muhammad SAW antara lain hidup sederhana, bersikap gigih dan mandiri. “Hal ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” kata Dr. Sudrajat.
Ia menutup materi tausiyah dengan kembali berpantun:
Ikan bandeng ikan sepat
Percuma ganteng kalau tidak shalat
Ikan hiu pacarnya empat
Percuma ayu bila gak baca shalawat.
Audiens pun semua bershalawat, menutup acara ini.













