1.844 Pelajar Menulis tentang Sampah, UT: Ini Bukan Sekadar Lomba, tetapi Menanam Kepedulian pada Bumi

Dr. Heriani, S.IP, MA, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, LPPM UT. (Foto: Dok UT)

Milenianews.com, Tangerang Selatan – Ada kabar menarik dari generasi muda Indonesia. Hingga batas akhir pendaftaran, Lomba Esai Nasional Universitas Terbuka (UT) Tahun 2026 yang mengangkat tema “Generasi Muda Peduli Sampah untuk Indonesia Berkelanjutan”, mencatat 1.844 peserta dari kalangan siswa SMA/MA, SMK/MAK, dan sederajat. Artinya, ada 1.844 naskah dan lebih dari 1.800-an anak muda yang secara khusus meluangkan waktu untuk berpikir dan menuliskan gagasan tentang sampah, lingkungan, serta masa depan bumi.

Bagi UT, angka tersebut lebih bermakna daripada sekadar jumlah peserta. Ribuan esai itu menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat menjadi pintu masuk untuk mengajak remaja memikirkan isu keberlanjutan sejak dini, sekaligus media untuk memperkenalkan UT secara luas kepada masyarakat, terutama para siswa sekolah menengah.

Baca Juga : Universitas Terbuka Gelar Lomba Esai Nasional Tahun 2026, Usung Tema “Generasi Muda Peduli Sampah”

“Kita berharap lomba ini tidak berhenti pada mencari siapa yang menjadi juara. Ketika lebih dari 1.800 siswa menulis dan memikirkan persoalan sampah, sesungguhnya kita sedang memantik kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan keberlanjutan bumi,” kata Dr. Heriani, S.IP., M.A., Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, LPPM Universitas Terbuka, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Heriani, kegiatan ini sejalan dengan komitmen UT sebagai perguruan tinggi negeri berbasis Pendidikan Jarak Jauh yang mandiri sekaligus mengembangkan diri sebagai Green University. Lomba juga menjadi bagian dari kontribusi pendidikan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 Quality Education, SDG 11 Sustainable Cities and Communities, SDG 12 Responsible Consumption and Production,  serta SDG 13 Climate Action. Tahun 2026 merupakan tahun kelima UT menyelenggarakan lomba esai bagi siswa.

Memasuki tahap penilaian, pada Sabtu (22/8/2026) dilaksanakan rapat penyamaan persepsi Dewan Juri agar 1.844 karya peserta dinilai dengan kriteria dan pemahaman yang sama.

Baca Juga : Dari Pelatihan Menulis Esai Universitas Terbuka: Bukan Sekadar ikut Lomba, Ini Kesempatan Membuktikan Potensimu

Tiga Dewan Juri yang akan menilai karya peserta adalah Dr. Teguh Prakoso, S.Pd., M.Hum., Direktur SDM sekaligus akademisi Universitas Terbuka; Irwan Kelana, S.H., praktisi dan jurnalis senior; serta Dr. Esra Nelvi M. Siagian, S.Pd., M.M., M.Ed., Widyabasa Ahli Muda Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen.

Penilaian mencakup orisinalitas dan kebaruan gagasan, kesesuaian dengan tema, sistematika penulisan dan bahasa, kedalaman analisis, serta kesimpulan.

Kriteria tersebut tetap memberikan ruang bagi kreativitas, karakter, dan gaya generasi muda dalam menyampaikan gagasannya. Esai tidak diharapkan menjadi tulisan yang kaku, tetapi menjadi ruang bagi remaja untuk melihat persoalan, berpikir kritis, dan menawarkan solusi dengan caranya sendiri.

Pada akhirnya, keberhasilan lomba ini tidak semata-mata terletak pada siapa yang membawa pulang gelar juara. Jika 1.844 naskah mampu membuat 1.844 anak muda lebih peduli terhadap sampah, lingkungan, dan bumi yang akan mereka warisi, lomba ini telah menghasilkan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sebuah kompetisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *