Upacara Peringatan HUT Ke-81 RI di Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur: Merah Putih yang Berkibar di Tiang Bendera adalah Pesan dari Masa Lalu kepada Masa Depan

Suasana peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Sekolah BM 400 Cibubur. (Foto: Dok BM 400 Cibubur)

Milenianews.com, Jakarta—Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara itu diikuti oleh para siswa/i  SD, SMP dan SMA , guru , staf pelaksana harian  dan para orang tua siswa  Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur. Lebih dari 300 orang tua siswa  menghadiri upacara  HUT RI  tahun 2026 ini dengan penuh  antusias dan hikmat.

Dalam sambutannya,  Deputi Chief Operation officer (COO)  sekolah  Bakti Mulya 400 Cibubur , Sofiandi, Ph.D  menegaskan makna simbolik merah putih yang dikibarkan pada upacara tersebut.  “Merah Putih yang berkibar di tiang bendera ini adalah pesan dari masa lalu kepada masa depan. Merahnya mengingatkan kita pada keberanian. Putihnya mengingatkan kita pada kesucian niat. Dan keduanya mengingatkan kita bahwa kemerdekaan harus dijaga dengan ilmu, akhlak, persatuan, dan kerja keras,” kata Sofiandi Ph.D.

Ia menambahkan, kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang dirayakan. “Kemerdekaan adalah sesuatu yang harus kita isi. Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan senjata, maka hari ini kalian berjuang dengan pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga : Sudirman Said: Sekolah BM 400 Cibubur Berpotensi Cetak Pemimpin Bangsa Berintegritas

Ia juga menegaskan, jika dahulu para pahlawan  mempertaruhkan nyawa, maka hari ini para siswa Sekolah BM 400 Cibubur harus mempertaruhkan rasa malas yang selalu menghasut diri mereka.

“Jika dahulu para pahlawan  melawan penjajahan, maka hari ini kalian harus melawan kebodohan, ketidakjujuran, kedisiplinan yang buruk, kesombongan, intoleransi, dan rasa menyerah. Itulah perjuangan kalian saat ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, “Dan medan perjuangan kalian  adalah ruang-ruang kelas itu. Lapangan sekolah ini. Rumah kalian di sana. Lingkungan pergaulan di sekolah dan di luar sana. Dan kelak, medan perjuangan kalian adalah seluruh Indonesia.”

Pada akhir pelaksanaan upacara ditutup dengan berbagai tampilan para siswa  yang menunjukkan keberagaman budaya Nusantara  yakni solo singer, Tari Mapadendang (kipas), Tari Nusantara, Tari Janger,Tari Lenggang Nyai, Tari Jejer Jaran Dawuk, dan pencaksilat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *