158 Murid SDIT Dinamika Umat Ikuti Pelatihan Praktik Pengurusan Jenazah

Sebanyak 158 murid kelas 4, 5, dan 6 SD IT Dinamika Umat, Telaga Kahuripan, Bogor, Jawa Barat, mengikuti pelatihan Praktik Pengurusan Jenazah,  bertempat di Masjid Dinamika Umat, Kamis (30/7/2026). (Foto: Dok SD IT Dinamika Umat)

Milenianews.com, Bogor–Bertempat di Masjid Dinamika Umat, sebanyak 158 murid kelas 4, 5, dan 6 SD IT Dinamika Umat, Telaga Kahuripan, Bogor, Jawa Barat, mengikuti pelatihan Praktik Pengurusan Jenazah, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang setiap tahun digelar ini mengangkat tema “Generasi Peduli, Generasi Berbakti: Belajar Merawat Jenazah dengan Sepenuh Hati Sesuai Syariat Islam.” Acara ini dipandu Muhammad Divo Raja, S.Pd dan Suprianto, S.Pd, guru SD IT Dinamika Umat yang  dibantu wali kelas.

Rangkaian acara dibagi menjadi tiga sesi; pertama pemaparan materi, kedua memandikan, mengafani, dan manyalatkan, ketiga menguburkan jenazah. Setelah dibuka secara resmi oleh Kepala SD IT Dinamika Umat, Ustadz Asep Kusnadi, MPd., seluruh peserta dengan khusyuk mendengarkan pemaparan yang disampaikan Muhammad Divo Raja, S.Pd.

Memasuki sesi kedua, peserta secara bergantian memandikan dan mengafani jenazah yang dipandu oleh Suprianto, S.Pd. Pada sesi ini murid sangat antusias ingin mempraktikkan lebih awal dari yang lain.

Sesi kedua ditutup shalat jenazah.

Sesi ketiga setelah shalat Dzuhur berjamaah adalah sesi yang paling ditunggu yakni proses menguburkan jenazah. Keranda jenazah mulai diusung dari masjid ke area penguburan di sebelah Timur SIT Dinamika Umat, Model Sekolah Bersih Tanpa Cleaning Service. Sesi ini ditutup dengan membaca doa untuk kebaikan jenazah.

Kepala SD IT Dinamika Umat, Ustadz Asep Kusnadi, MPd, sangat bersyukur atas terselenggaranya praktik pengurusan jenazah di sekolah yang ia pimpin.

”Alhamdulillah hari ini, Kamis 30 Juli 2026 telah melaksanakan kegiatan pelatihan pengurusan jenazah untuk kelas 4, 5 dan 6,” ujarnya, seperti dalam rilis yang diterima Milenianews.com, Kamis (30/7/2026) malam.

Kegiatan yang setiap tahun dilaksanakan, sambung ayah empat anak ini untuk memperkenalkan kepada anak-anak kewajiban-kewajiban seorang hamba yang masih hidup kepada jenazah yang meninggal.

Baca Juga : SD IT Dinamika Umat Gelar Performance Day, Angkat Budaya Nusantara

Asep,  begitu sapaan akrabnya,  berharap kegiatan ini menjadi bekal bagi anak-anak di kemudian hari mereka mengetahui kewajiban yang harus dilaksanakan bagi yang hidup terutama bagi keluarga atau orang tua mereka yang meninggal dunia. Karena yang paling utama mengurusi jenazah orang tua itu adalah anaknya.

”Harapan kami, saat ada orang tua mereka yang meninggal menjadi orang terdepan yang mengurusi jenazahnya sebagai tanda bakti kepada orang tua,” katanya.

Pria kelahiran Bogor, 45 tahun silam ini menambahkan bahwa tahun ini kegiatan pengurusan jenazah dilakukan secara lengkap  mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan. ”Kami lakukan sampai tahap penguburan agar mereka tahu secara sempurna bagaimana cara mengurus jenazah,” imbuhnya.

”Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat bagi anak murid dan kita semua serta menjadi amal jariah bagi bapak ibu guru juga bagi orang tua,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Muhammad Divo Raja, S.Pd., yang menjadi penanggung jawab praktik pengurusan jenazah. Guru Pendidikan Agama Islam di SD IT Dinamika Umat ini sangat bersyukur karena acara yang dikomandoinya berjalan lancar.

”Alhamdulillah, pelaksanaan program pemulasaran jenazah di SD IT Dinamika Umat telah berjalan dengan sangat lancar dan sukses,” ungkapnya.

Baca Juga : Dhuyufurrohman Cilik dari Bukit Dinamika Umat

Pria kelahiran Bogor, 28 tahun silam menambahkan, salah satu hal yang paling membanggakan adalah melihat antusiasme dan keseriusan para murid saat mengikuti sesi praktik—mereka menyimak dan mencoba setiap tahapan dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan rasa hormat yang mendalam.

”Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari dukungan luar biasa dari para orang tua murid yang menyambut positif edukasi fikih bermakna ini. Semoga kegiatan ini melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman empati dan kesadaran beragama sejak dini,” ujar ayah satu anak ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *