News  

Fakultas Bahasa dan Seni UNJ Gelar Peluncuran dan Diskusi “Tiga Buku Sastra” Helvy Tiana Rosa

Dr. Helvy Tiana Rosa, S.S., M.Hum bersama salah satru buku karyanya yang terbaru. (Foto: Istimewa)

Milenianews.com, Jakarta— Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan acara Peluncuran dan Diskusi Tiga Buku Sastra karya Dr. Helvy Tiana Rosa, S.S., M.Hum. pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 13.00–16.30 WIB, bertempat di Aula Balai Sastra Lantai 4, PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Tiga buku yang diluncurkan dan dibahas dalam acara ini adalah Gaza: Suatu Malam di Jakarta berupa kumpulan cerpen Palestina, Kota-Kota yang Tertidur di Pangkuan Rindu berupa kumpulan puisi, serta Berpuisi Sampai Mati: Seni Menulis, Membaca, dan Menghidupkan Puisi sebagai buku seni menulis dan membaca puisi.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber lintas bidang sastra dan akademik, yakni Dr. Rahmi Yulia Ningsih, Maman S. Mahayana, dan Rahmadiyanti Rusdi, dengan Ayu Puspa Nanda sebagai moderator. Selain diskusi buku, acara ini juga menghadirkan pembacaan puisi dari Podium Perempuan Penyair Indonesia, yaitu D. Kemalawati, Fatin Hamama, Helvy Tiana Rosa, dan Devie Matahari.

Peluncuran tiga buku ini menandai fase penting dalam perjalanan kepengarangan Helvy Tiana Rosa yang telah berlangsung selama lebih dari empat dekade. Melalui tiga buku tersebut, Helvy memperlihatkan keluasan kerja sastranya: dari cerpen kemanusiaan tentang Palestina, puisi-puisi yang menelusuri kota, rindu, luka, dan ingatan, hingga buku yang merumuskan pengalaman kreatif menulis serta membaca puisi.

Gaza: Suatu Malam di Jakarta menjadi salah satu perhatian utama dalam acara ini karena menghadirkan 18 cerpen bertema Palestina. Buku ini tidak hanya merekam tragedi kemanusiaan, tetapi juga mengolahnya menjadi kisah-kisah yang berlapis, puitik, dan berpihak pada martabat manusia. Kritikus sastra Maman S. Mahayana menyebut buku ini sebagai “salah satu kumpulan cerpen terbaik Indonesia.”

Baca Juga : Dari Keio University hingga Tokyo City University, Karya dan Gagasan Helvy Tiana Rosa Membuka Ruang Dialog Budaya Indonesia–Jepang

Sementara itu, Kota-Kota yang Tertidur di Pangkuan Rindu memperlihatkan sisi liris Helvy sebagai penyair yang menafsirkan kota bukan hanya sebagai ruang geografis, melainkan sebagai ruang batin, kenangan, kehilangan, dan perjalanan manusia. Adapun Berpuisi Sampai Mati menjadi sumbangan penting bagi pembaca, mahasiswa, guru, dosen, penyair, dan pegiat sastra karena membahas puisi bukan hanya sebagai teks, tetapi juga sebagai pengalaman menulis, membaca, menyuarakan, dan menghidupkan bahasa.

Acara ini terselenggara atas dukungan berbagai pihak, antara lain Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, PDS HB Jassin, komunitas dan lembaga sastra, serta penerbit yang terlibat dalam penerbitan karya-karya tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *