Milenianews.com, Ngada – Sebuah desa tidak selalu membutuhkan gedung megah untuk berkembang. Desa juga membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan masyarakat yang mampu mengoptimalkan potensi daerahnya. Semangat itulah yang membawa 30 mahasiswa Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Senada Ngada 2026 hadir di Desa Wogo dan Desa Wae Ia, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Kedua desa tersebut memiliki budaya yang tetap terjaga, destinasi wisata yang unik, serta hasil pertanian dan peternakan yang melimpah. Potensi itu mendorong Tim KKN UGM Ngada menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Tim KKN mengusung tema “Penguatan Potensi Pariwisata dan Agroindustri Berbasis Kearifan Lokal serta Ekologi Kultural melalui Digitalisasi untuk Mewujudkan Desa Wisata yang Berdaya Saing, Resilien, dan Berkelanjutan.” Tema tersebut menjadi dasar penyusunan seluruh program kerja selama masa pengabdian.
Mendorong Pariwisata Desa Lebih Kompetitif
Tim KKN UGM Ngada memprioritaskan pengembangan sektor pariwisata. Mahasiswa akan mendampingi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas sebagai fasilitator wisata. Mereka juga membantu memperkuat identitas Desa Wogo dan Desa Wae Ia sebagai desa wisata.
Tim turut meningkatkan kualitas layanan wisata berbasis potensi lokal. Selain itu, mahasiswa akan membuat media informasi dan promosi digital agar wisatawan lebih mudah mengenal kedua desa tersebut.
Melalui program ini, masyarakat dapat mengelola potensi wisata secara lebih profesional sekaligus memperluas promosi melalui media digital.


Mengembangkan Agroindustri Berbasis Potensi Lokal


Tim KKN UGM Ngada juga mengembangkan sektor agroindustri. Mahasiswa akan melatih masyarakat mengolah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Selain itu, mereka akan memberikan edukasi tentang kesehatan ternak dan pengembangan usaha berbasis komoditas unggulan daerah.
Mahasiswa juga mendampingi masyarakat dalam pengemasan produk, strategi pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital. Pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal.
Baca juga: Green AI dan Ketahanan Pangan: Diskusi CfDS UGM Soroti Jejak Energi dan Keadilan Digital
Memperkuat Literasi Digital Masyarakat
Tim KKN menghadirkan berbagai pelatihan literasi digital. Pelatihan itu mencakup pembuatan konten digital, penggunaan media sosial, dan pemanfaatan teknologi promosi.
Mahasiswa juga membantu masyarakat mengembangkan platform digital sebagai media informasi desa. Langkah tersebut membuka peluang promosi yang lebih luas sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat.
Menjaga Kesehatan dan Kelestarian Lingkungan
Program pengabdian tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi. Tim KKN UGM Ngada juga menjalankan berbagai kegiatan di bidang kesehatan dan lingkungan.
Mahasiswa akan menggelar edukasi hidup bersih dan sehat. Mereka juga mengajak masyarakat mengelola sampah berbasis komunitas serta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Selain itu, tim akan mengadakan edukasi dan simulasi mitigasi bencana. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat saat menghadapi berbagai risiko bencana.
Kolaborasi untuk Masa Depan Desa
Tim KKN UGM Ngada menjalankan seluruh program bersama pemerintah desa, kelompok masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai mitra lainnya.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat pembangunan desa. Tim berharap setiap program mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Wogo dan Desa Wae Ia.
Melalui semangat “Bersama Mengabdi, Bersama Menguatkan Potensi Negeri,” 30 mahasiswa KKN-PPM UGM Senada Ngada 2026 siap belajar, berkolaborasi, dan tumbuh bersama masyarakat. Mereka ingin memperkuat potensi lokal sekaligus mendorong lahirnya desa wisata yang berdaya saing, tangguh, dan berkelanjutan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.









