Milenianews.com, Jakarta – Jangan salah sangka. Tidak semua undangan FIFA berisi kursi VIP dan tontonan kelas dunia. Ada juga yang isinya tugas, pelajaran, dan sedikit pengingat bahwa karier pesepak bola tidak selamanya ditentukan oleh bunyi peluit. Itulah yang dijalani Marc Klok saat mengikuti program khusus FIFA di sela Piala Dunia.
Gelandang Persib Bandung itu mendapat undangan khusus dari FIFA untuk mengikuti Player Executive Program dalam rangkaian kegiatan Piala Dunia. Kesempatan tersebut bukan sekadar jalan-jalan menikmati atmosfer turnamen terbesar sepak bola dunia. Bagi Klok, ini adalah ruang belajar tentang bagaimana seorang pesepak bola tetap relevan ketika peluit terakhir karier akhirnya benar-benar berbunyi.
Baca juga: Persib Masuk Daftar Transfer Ban FIFA, Manajemen Beberkan Penyebabnya
Klok mengaku program tersebut dirancang untuk membekali pemain menghadapi kehidupan pasca pensiun. Di sana, peserta memperoleh berbagai materi mengenai kepemimpinan, pengembangan karier, hingga peluang membangun peran baru di industri sepak bola.
Yang dipelajari bukan lagi soal mengirim umpan silang atau membaca pergerakan lawan, melainkan bagaimana membangun jaringan profesional, memahami bisnis olahraga, hingga menempuh lisensi yang dapat membuka pintu menuju profesi baru.
Bagi Klok, pengalaman tersebut menjadi investasi yang nilainya mungkin jauh lebih mahal dibanding bonus kemenangan di lapangan. Ia berhasil menyelesaikan program itu sekaligus memperluas relasi dengan peserta dari berbagai negara.
Menyiapkan Masa Depan Sebelum Peluit Terakhir
Klok menyadari karier pesepak bola memiliki batas waktu. Karena itu, ia ingin memastikan dirinya tetap bisa berkontribusi di dunia sepak bola setelah tak lagi mengenakan sepatu pertandingan.
Baginya, industri sepak bola menawarkan banyak peluang selain menjadi pemain. Dunia kepelatihan, manajemen klub, hingga pengembangan olahraga menjadi jalur yang bisa ditempuh jika dipersiapkan sejak dini.
Baca juga: Asisten Shin Tae-yong Sebut Marc Klok Pembohong, Netizen Heboh
Kesempatan belajar langsung di bawah naungan FIFA pun dianggap sebagai kehormatan tersendiri. Tidak semua pemain mendapatkan akses ke program pengembangan karier tersebut, meski jutaan pesepak bola tersebar di berbagai penjuru dunia.
Sepak Bola Tak Berakhir di Lapangan
Di tengah budaya sepak bola yang sering hanya mengukur pemain dari jumlah gol, assist, atau trofi, langkah Marc Klok menghadirkan sudut pandang berbeda. Bahwa menjadi pesepak bola profesional bukan sekadar soal tampil hebat selama 90 menit, tetapi juga tentang menyiapkan kehidupan setelah sorotan kamera berpindah ke generasi berikutnya.
Sebab pada akhirnya, tepuk tangan penonton memang bisa berhenti. Namun, pengetahuan, pengalaman, dan kesiapan menghadapi masa depan adalah bekal yang tidak pernah mengenal peluit panjang.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.














