Milenianews.com, Bekasi – Selembar kain batik tak hanya menyimpan motif yang indah, tetapi juga merekam cerita, pengalaman, dan semangat para pembuatnya. Melalui SAPA Lansia Vol. 2, puluhan lansia membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkarya, melestarikan budaya, dan menginspirasi generasi muda.
Program Community Development yang digagas mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business dari konsentrasi Public Relations & Digital Communication kelas PRDC27-1TP itu menggelar acara puncak pada Sabtu (20/6) di Halaman Kecamatan Jatiasih, Bekasi. Program ini menggandeng Sekolah Lansia SELASIH sebagai mitra utama dalam memberdayakan lansia melalui pelestarian budaya dan penguatan hubungan antargenerasi.
Mengusung tema “Panggung Ceria: Cerita Karya Lansia”, kegiatan tersebut memberi ruang bagi para lansia untuk menunjukkan hasil karya, berbagi pengalaman, sekaligus memperoleh apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjaga warisan budaya Indonesia.
Ruang Berkarya bagi Lansia
Sejak pagi, suasana penuh kehangatan menyelimuti lokasi acara. Lansia, mahasiswa, dan masyarakat berkumpul dalam semangat yang sama, yaitu merayakan kreativitas tanpa memandang usia.
Acara diawali dengan sesi press conference yang menghadirkan Ketua Komunitas Batik Bekasi Barito Hakim Putra, Kepala Sekolah Lansia Jatiasih Chan Widyatno, Dosen Community Development LSPR Rizka Septiana, M.Si., serta Ketua Pelaksana SAPA Lansia Vol. 2 Hafidah Anindya Priyambodo.
Para narasumber membahas pentingnya menghadirkan ruang yang inklusif agar lansia tetap aktif, produktif, dan berdaya. Mereka juga menyoroti perlunya kolaborasi antara komunitas, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.
Selain itu, diskusi tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan lansia tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di lingkungan sekitar.
Baca juga: Perahu Kite Jadi Jangkar Asa, Mahasiswa LSPR dan Warga Marunda Bergerak Bersama Jaga Lingkungan
Batik Menjadi Simbol Semangat Berkarya
Salah satu momen yang paling menarik perhatian pengunjung ialah fashion show Batik SELASIH. Para lansia tampil percaya diri mengenakan batik hasil karya mereka sendiri yang dibuat selama rangkaian pra-acara.
Setiap motif batik menghadirkan kisah yang berbeda. Karya-karya itu sekaligus membuktikan bahwa kreativitas tetap tumbuh meski usia terus bertambah.
Tidak hanya itu, peserta SELASIH juga menampilkan pertunjukan angklung dan tari line dance. Penampilan tersebut memperlihatkan bahwa lansia masih mampu belajar, berpartisipasi, dan berkarya dalam berbagai kegiatan sosial maupun budaya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga meluncurkan Majalah SELASIH yang memuat dokumentasi kegiatan, perjalanan program, serta hasil karya para peserta. Majalah itu menjadi media untuk mengabadikan pengalaman sekaligus menghargai kontribusi lansia selama mengikuti program.
Selanjutnya, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan senam bersama dan makan bersama. Momen sederhana tersebut mempererat kebersamaan antara lansia dan generasi muda.
Kolaborasi untuk Pemberdayaan Berkelanjutan


Ketua Pelaksana SAPA Lansia Vol. 2, Hafidah Anindya Priyambodo, berharap program ini mampu memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pemberdayaan lansia. “Melalui SAPA Lansia Vol. 2, kami ingin mendukung lansia untuk terus aktif, berdaya, dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran lansia dalam menjaga nilai budaya dan memperkuat hubungan antargenerasi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Sekolah SELASIH, Mami Chan, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam program tersebut.
Menurutnya, kegiatan kreatif seperti membatik memberi kesempatan bagi lansia untuk terus berkembang sekaligus menunjukkan potensi yang mereka miliki. “Kami percaya bahwa setiap lansia memiliki kemampuan dan pengalaman berharga yang patut diapresiasi. Melalui kegiatan kreatif seperti ini, mereka dapat tetap aktif, produktif, dan merasa dihargai. Kami berharap semakin banyak pihak yang memberikan perhatian serta dukungan terhadap pemberdayaan lansia melalui program-program yang bermakna dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui SAPA Lansia Vol. 2, mahasiswa LSPR bersama SELASIH menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi lintas generasi itu menjadi bukti bahwa pengalaman para lansia tetap memiliki nilai besar, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga budaya Indonesia.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.














