Milenianews.com, Jakarta– Berbicara pendidikan keagamaan di Indonesia selalu menarik. Hal ini karena sejak Indonesia Merdeka tahun 1945 sampai saat ini masih banyak terdapat masalah. Masalah yang paling mendasar yaitu tentang kualitas pendidikan.
Menurut Pimpinan Al-Iman Islamic School dan Pembina AYPI (Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam), H. E. Afrizal Rusdi, peningkatan kualitas pendidikan keagamaan tidak cukup hanya melalui pembangunan sarana dan prasarana saja. “Diperlukan revolusi pembelajaran di Madrasah, Pesantren, dan Sekolah Islam, serta transformasi manajemen pengelolaan Yayasan Pendidikan, mengingat Islam sebagai basis pendidikan memiliki mandat besar untuk membentuk manusia sebagai khalifah di muka bumi,” kata Afrizal Rusdi, Sabtu (2/5/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi nasional menjadi strategi efektif untuk pemerataan mutu pendidikan. Sinergi antara lembaga pendidikan, komunitas, masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait memperkuat kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
“Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi unggul dan berdaya saing, dan diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi sistem pendidikan secara menyeluruh,” ujarnya.
Terkait hal tersebut, kata Afrizal, pada peringatan Hardiknas 2026 ini, Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam (AYPI), Yayasan Indonesia Bermutu (IB), bekerja sama dengan Badan Bahasa Kemendikdasmen akan menggelar Sawala Nasional Pendidikan Bermutu untuk Semua dan Berkeadilan. “Sawala Nasional itu bertujuan untuk menemukan solusi yang konstruktif bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan khususnya sekolah keagamaan di Indonesia,” ujarnya.
Sawala ini akan menghadirkanpara pakar pendidikan:
- Hafidz Muksin (Kepala Badan Bahasa)
- Prof. Fasli Jalal, Ph.D (Ketua Umum GUPPI)
- Dr. H. Adian Husaini, M.Si (Pimpinan PP At-Taqwa)
- Prof. Dr. Asep Sunandar, M.AP (Asdep Menko PMK)
- Dr. Deni Hadiana, M.Si (Peneliti Pendidikan BRIN)
- Dr. Rahmat Syehani, M.Pd ( Pimpinan NF Aceh)
“Sawala Nasional Pendidikan terbuka untuk umum dan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 bertempat di Aula Sasadu, Badan Bahasa Rawamangun Jakarta,” kata Afrizal Rusdi.













