Game  

MPL ID S17: RRQ Hoshi Takluk dari Dewa United, Catat Delapan Kekalahan Beruntun

Milenianews.com, Jakarta – Pasti kalian tau, Bagi penikmat MLBB ada masa ketika nama RRQ Hoshi cukup disebut sekali untuk membuat lawan menyiapkan strategi ekstra. Kini, nama itu masih disebut, tetapi dengan nada berbeda tapi prihatin, heran, dan sesekali sambil mengecek klasemen untuk memastikan ini bukan salah ketik.

RRQ Hoshi dipastikan belum meraih satu pun kemenangan di MPL Indonesia Season 17. Terbaru, mereka kembali tumbang dari Dewa United Esports dengan skor 0-2 pada pekan kelima, Sabtu (25/4)  sore.

Delapan kekalahan beruntun. Nol kemenangan. Dasar klasemen.

Untuk tim berjuluk Raja dari Segala Raja, musim ini terasa seperti serial drama yang episodenya selalu berakhir dengan layar defeat.

Baca juga: ONIC Esports Kembali Berkuasa: Landak Kuning Raih Juara di MPL Indonesia Season 16

Game Pertama: Dominan Dulu, Kalah Kemudian

Bertanding di MPL Arena, RRQ sebenarnya membuka laga pertama dengan cukup meyakinkan. Mereka sempat tampil dominan, mengontrol tempo, menguasai map, dan terlihat seperti RRQ yang dulu dikenal fans.

Lalu datang satu kesalahan krusial. Dan seperti banyak kisah hidup modern, semua yang dibangun rapi bisa runtuh hanya karena satu keputusan buruk dalam beberapa detik.

Dewa United memanfaatkan celah itu dengan dingin, membalikkan keadaan, lalu mengamankan game pertama. RRQ mungkin menguasai permainan, tapi Dewa menguasai hasil akhir.

Game Kedua: Ruang Gerak Disita

Jika game pertama masih memberi ilusi harapan, game kedua terasa jauh lebih kejam. Dewa United tampil disiplin dan tidak memberi RRQ ruang bernapas. Farming dibatasi, rotasi dibaca, momentum dipatahkan.

RRQ tampak seperti tim yang sedang mencari jawaban, sementara lawannya sudah lebih dulu tahu soal ujiannya. Skor 2-0 pun selesai tanpa banyak perdebatan.

Dari Raja Menjadi Penghuni Basement

Kekalahan ini menempatkan RRQ Hoshi di dasar klasemen dengan delapan kekalahan beruntun sejak awal musim. Dalam esports, perubahan memang cepat. Hari ini dielu-elukan, besok diroasting timeline.

Namun bagi organisasi sebesar RRQ, catatan ini jelas bukan sekadar statistik. Ini alarm keras yang bunyinya sudah terlalu lama diabaikan.

Fans yang dulu menunggu kemenangan kini mulai menunggu kejelasan.

Dewa United Menanjak, ONIC Tetap Menatap dari Atas

Di sisi lain, kemenangan ini membawa Dewa United Esports naik ke peringkat ketiga dengan lima kemenangan dan tiga kekalahan.

Sementara puncak klasemen masih dihuni ONIC Esports dengan tujuh kemenangan dan satu kekalahan.Saat tim lain sibuk berburu posisi playoff, RRQ justru masih berusaha menemukan cara sederhana yang dulu terasa biasa:  menang.

Baca juga: Mobile Legends: Bang-Bang M4 World Championship Digelar di Indonesia

Pada akhirnya, musim ini sedang memberi pelajaran pahit untuk RRQ Hoshi: sejarah memang bisa dibanggakan, tapi tidak bisa dimainkan di pertandingan berikutnya.

Dan jika sang raja terus kalah, tahta tak perlu direbut. Ia akan kosong dengan sendirinya.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *